MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung semakin dimatangkan. Bupati Tulungagung, Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menerima kunjungan kerja Deputi Kerja Sama dan Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, M.M., di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Minggu (28/9/2025) siang.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program MBG yang saat ini telah diimplementasikan secara nasional. Turut hadir dalam audiensi tersebut Sekda Tulungagung, H. Drs. Tri Hariadi, M.Si., Ketua Satgas MBG sekaligus Kepala Bappeda Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Agus Suswantoro, S.Sos., M.Si., serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, SKM.
Apresiasi BGN untuk Satgas MBG Tulungagung
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Nyoto Suwignyo menyampaikan apresiasi atas pembentukan Satgas MBG Tulungagung yang dibentuk melalui Keputusan Bupati dan memiliki sekretariat khusus di lingkup Kantor Pemerintah Daerah.
“Satgas MBG harus dioptimalkan, bukan hanya dalam perencanaan, tetapi juga dalam pelaksanaan, monitoring, evaluasi, serta pelaporan. Ini sangat penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran,” tegas Nyoto.
Deputi juga meminta Satgas memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Koordinator Wilayah BGN, serta memastikan adanya mekanisme pengelolaan pengaduan masyarakat yang transparan dan sesuai ketentuan.
Tiga Isu Utama yang Jadi Fokus
Ada tiga isu penting yang menjadi pembahasan utama dalam audiensi kali ini:
1. Percepatan Pengembangan SPPG (Satuan pelayanan pemenuhan gizi)
Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), untuk mempercepat pembangunan infrastruktur program MBG.
2. SLHS (Sertifikat Layak Higiene Sanitasi)
Deputi menekankan pentingnya SLHS sebagai langkah pencegahan keracunan makanan di SPPG. Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Dinas Pariwisata, dan DLH didorong untuk mempercepat proses penerbitan SLHS dengan target selesai pada Oktober 2025.
3. Penggunaan Bahan Pangan Lokal
BGN telah menerbitkan Surat Edaran tertanggal 26 September 2025 yang mewajibkan penggunaan bahan pangan lokal dalam program MBG sebagai upaya pemberdayaan UMKM lokal dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Komitmen Tulungagung Dukung Program Nasional
Bupati Gatut Sunu menegaskan, Pemkab Tulungagung siap mendukung penuh implementasi MBG. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk menghadirkan generasi yang unggul, sehat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
“Audiensi ini adalah langkah konkret untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Tulungagung,” ujar Bupati.
Menuju Generasi Emas 2045
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Tulungagung ditargetkan menjadi daerah percontohan dalam pelaksanaan MBG. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang siap bersaing di tingkat global.
“Tulungagung siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju generasi emas 2045,” tegas Bupati Gatut Sunu menutup audiensi.














