MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis pasar wisata. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggelar kegiatan sosialisasi pendampingan pasar wisata dan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS di Kantor Balai Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata, sekaligus memperkenalkan teknologi digital kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengelola wisata desa. Desa Penambangan dipilih sebagai lokasi karena memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata air dan kuliner lokal serta masyarakatnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Disporapar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pasar wisata sebagai wadah promosi produk lokal, sekaligus mengenalkan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai yang praktis dan inklusif. QRIS diharapkan dapat mempermudah transaksi antara pelaku usaha dengan wisatawan, serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Kepala Bidang Disporapar Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, S. STP, MH menyampaikan bahwa penguatan ekonomi kreatif desa merupakan bagian penting dari strategi pemulihan ekonomi daerah melalui program pasar wisata.
“Kami ingin agar desa-desa di Sidoarjo, termasuk Desa Penambangan, mampu mandiri dan kreatif dalam mengembangkan potensi lokalnya. Dengan pasar wisata dan digitalisasi pembayaran melalui QRIS, desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada pasar wisata, budaya dan kearifan lokal,” ucapnya.
“Kami ingin pasar surungan yang berlokasi di Desa Penambangan sebagai embrio untuk merangsang desa-desa yang lain agar bisa mencontoh keberhasilan dari program pemkab yang berbasis pasar wisata”, sambungnya.
“Kami berharap nantinya disetiap kecamatan ada datu desa yang menjadi pasar wisata, dengan pendekatan yang inklusif dan terukur, pasar Penambangan dipilih sebagai lokasi unggulan bukan hanya karena infrastrukturnya, tetapi karena semangat para pedagangnya yang siap naik kelas,” imbuh Vira sapaan akrabnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi penggunaan QRIS dan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama para pelaku UMKM yang menyadari pentingnya adaptasi terhadap teknologi dalam menghadapi persaingan pasar.
Salah satu pedagang mengungkapkan rasa optimisnya setelah mengikuti sosialisasi.
“Selama ini kami hanya menjual produk secara tunai, Setelah tahu manfaat QRIS, kami jadi lebih siap menerima pembelian dengan proses pembayaran digital,” ujarnya sambari tersenyum.
Armadi, salah satu pedagang pemilik kios bumbu Nurul yang ada di lokasi pasar surungan kecewa tidak bisa mengikuti kegiatan sosialisasi dikantor kelurahan karena tidak ada yang menggantikannya untuk menunggu kios.
“Sayang sekali saya tidak bisa datang ke acara sosialisasi di kelurahan, karena saya sendirian tidak ada yang menggantikan tunggu kios,” ujarnya kepada Mattanews saat dilokasi pasar surungan.
Dengan adanya kegiatan ini, Disporapar berharap Desa Penambangan bisa menjadi contoh pengembangan pasar wisata berbasis ekonomi kreatif digital, mendatangkan wisatawan dan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














