MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) menegaskan komitmennya dalam memberi ruang apresiasi bagi para pelaku seni melalui Anugerah Seni Batanghari Sembilan 2025. Kegiatan tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2025 di Graha Taman Budaya Jakabaring, Palembang.
Ketua DKSS, Iqbal Rudianto atau akrab disapa Didit, menuturkan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghargaan terhadap seniman dan budayawan yang telah berkarya serta mengabdikan diri di dunia seni Sumsel.
“Anugerah Seni Batanghari Sembilan menjadi ruang apresiasi sekaligus regenerasi. Kami ingin kesempatan ini bisa dirasakan lebih banyak seniman, khususnya yang belum pernah menerima penghargaan serupa,” jelas Didit saat konferensi pers, Rabu (1/10/2025).
Ajang ini akan menganugerahkan penghargaan pada enam kategori, yakni Seni Tari, Seni Rupa, Seni Sastra, Seni Musik, Seni Teater, dan Seni Film. Setiap kategori hanya akan diberikan kepada satu penerima, masing-masing berhak atas penghargaan senilai Rp10 juta.
Untuk memastikan penilaian yang objektif, DKSS telah membentuk tim seleksi beranggotakan 18 orang, terdiri dari tokoh seni, akademisi, dan budayawan Sumsel. Mereka akan menilai para calon penerima berdasarkan usulan yang dikirimkan dari kabupaten/kota se-Sumsel.
“Seleksi dilakukan ketat agar penghargaan benar-benar tepat sasaran. Tujuannya menjaga keberlanjutan tradisi seni sekaligus mendorong seniman muda untuk terus berkarya,” tambah Didit.
Lebih jauh, ia juga menyinggung pentingnya dukungan infrastruktur bagi perkembangan seni di Sumsel.
“Kami berharap ke depan ada gedung kesenian yang lebih representatif, sehingga para pelaku seni memiliki ruang yang layak untuk berkreasi dan berekspresi,” tegasnya.
Anugerah Seni Batanghari Sembilan sendiri merupakan program rutin Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bekerja sama dengan DKSS, dalam periode kerja 2023–2028. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua di periode tersebut.















