MATTANEWS.CO, OKI – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tak hanya diwarnai dengan kemeriahan, tetapi juga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya datang dari Yayasan Bantuan Hukum Sumatera Selatan Berkeadilan (YBH SSB) yang membuka layanan konsultasi hukum gratis bagi warga.
Kehadiran stand bantuan hukum ini menambah warna tersendiri. Di tengah suasana meriah, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah juga harus menyentuh aspek keadilan dan kesadaran hukum masyarakat.
Melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) OKI, YBH SSB membuka stan konsultasi di area kegiatan perayaan, Minggu (12/10) kemarin. Kehadiran mereka menarik perhatian banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi.
Ketua YBH SSB DPC OKI, Angga Saputra, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian lembaga terhadap masyarakat kecil yang sering kali kesulitan mengakses layanan hukum.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan keadilan. Banyak masyarakat yang butuh bantuan hukum tapi terkendala biaya. Di sinilah kami hadir untuk membantu,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, YBH Sumatera Selatan Berkeadilan berharap dapat memperluas jangkauan layanan hukum, sekaligus memperkuat budaya sadar hukum di tingkat lokal — sejalan dengan cita-cita membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan sosial.
Dewan Penasihat YBH SSB, Prengki Adiatmo, S.H., menilai kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran hukum di tingkat akar rumput. Menurutnya, pemahaman hukum masyarakat perlu terus diperkuat agar mereka tidak ragu dalam memperjuangkan haknya.
“Kesadaran hukum tidak tumbuh begitu saja. Harus ada pendampingan, edukasi, dan kesempatan bagi masyarakat untuk bertanya. Melalui konsultasi gratis ini, kami ingin masyarakat semakin melek hukum,” kata Prengki.
Sementara itu, Sekretaris YBH SSB, Albert, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini bukan yang terakhir. Ia menegaskan lembaganya berkomitmen untuk terus turun ke masyarakat, tidak hanya di momen perayaan, tetapi juga dalam kegiatan sosial lainnya.
“Kami ingin menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin. Kehadiran kami bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Salah satu warga yang mengikuti konsultasi hukum mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Ia menuturkan selama ini kesulitan mencari tempat bertanya mengenai masalah hukum yang menimpanya.
“Selama ini saya tidak tahu harus ke mana untuk meminta penjelasan. Dengan adanya layanan gratis ini, saya akhirnya bisa memahami langkah hukum yang harus saya ambil,” tandasnya.














