MATTANEWS.CO, OKI – Sebanyak 1.498 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjalani orientasi yang digelar di Gedung Diklat Teluk Gelam, Minggu (3/11). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membentuk aparatur profesional yang memahami nilai dasar dan etika pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKI, Antonius Leonardo, mengatakan orientasi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ASN dan membangun pemahaman tentang nilai dasar ASN BerAKHLAK. Kegiatan ini diikuti oleh 1.498 peserta dari formasi tahun 2023 dan 2024 yang terdiri atas tenaga teknis, kesehatan, dan guru, dibagi dalam 12 gelombang pelaksanaan.
“Melalui orientasi ini, PPPK diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja birokrasi serta berkontribusi optimal dalam peningkatan kinerja dan pelayanan publik di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujar Antonius.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kompetensi ASN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Ia menilai orientasi menjadi tahap penting sebelum para pegawai terjun penuh dalam tugas pelayanan masyarakat.
“Orientasi ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah awal membentuk karakter ASN yang memahami nilai, tugas, dan fungsi birokrasi pemerintahan. PPPK harus memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik,” kata Supriyanto.
Kegiatan orientasi PPPK ini menjadi langkah awal pembentukan aparatur baru yang diharapkan tidak hanya memahami aturan birokrasi, tetapi juga memiliki komitmen moral dan etika kerja tinggi, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di Kabupaten OKI.
Menurutnya, sebagian besar peserta berasal dari luar lingkungan ASN sehingga perlu adaptasi terhadap sistem kerja dan budaya organisasi pemerintahan. Pemerintah daerah, kata dia, menaruh harapan besar agar para PPPK dapat menunjukkan kinerja yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
“Saya berharap peserta orientasi mampu menanamkan nilai sinergi, loyalitas, dan integritas sebagai pondasi dalam bekerja. Aparatur yang berkarakter kuat akan menjadi kunci dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah,” pungkasnya.














