MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM).
Salah satunya dengan menggelar Kegiatan Pelatihan Menjahit Baju Anak Tahun 2025, yang resmi dibuka pada Kamis (6/11/2025).
Kepala Disperindag Tulungagung, Fajar Widariyanto, S.P., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan dan fasilitasi pemerintah daerah kepada pelaku IKM agar semakin tangguh, kreatif, dan berdaya saing tinggi di pasar lokal maupun global.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam menjahit, memproduksi, hingga memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
32 Peserta IKM Ikuti Pelatihan
Kegiatan yang diikuti oleh 32 pelaku IKM ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ibu Yogita, S.E., M.M. dari DPMPTSP Kabupaten Tulungagung dan Ibu Novi Hanifah dari Kiran Gallery. Dalam kesempatan itu, peserta juga memperoleh bantuan berupa mesin jahit high speed untuk mendukung produktivitas mereka.
Menurut Fajar, Disperindag Tulungagung memiliki komitmen kuat membina pelaku IKM agar mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, serta terus berinovasi dalam menciptakan produk unggulan.
Dorong Legalitas dan Akses Pembiayaan
Selain peningkatan keterampilan, Fajar juga menekankan pentingnya legalitas usaha bagi pelaku IKM. Izin usaha, menurutnya, bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pintu untuk memperoleh perlindungan hukum, kepercayaan pasar, hingga akses pendanaan dan pendampingan program pemerintah.
“Izin usaha memberi kepastian hukum dan membuka jalan bagi pengembangan bisnis ke depan,” tegasnya.
Disperindag Beri Layanan Luas bagi Pelaku IKM
Fajar menambahkan, Disperindag Tulungagung tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga menyediakan berbagai layanan penting seperti; Pembinaan industri kecil menengah, Rekomendasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Rekomendasi pembelian BBM untuk pelaku usaha, Verifikasi izin usaha dan tanda daftar gudang, dan Pelayanan tera ulang alat ukur dan pengawasan barang terbungkus (BDKT).
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berharap IKM di Tulungagung semakin produktif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Mengakhiri sambutannya, Fajar Widariyanto mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju kemandirian usaha.
“Dengan mengucap bismillah, Kegiatan Pelatihan Menjahit Baju Anak di Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 resmi kami buka,” pungkasnya tegas.














