MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Yayasan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat secara resmi terbentuk, setelah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Dalam lampiran keputusan hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0026936.AH.01.04.Tahun 2025 tentang pengesahan pendirian Yayasan Majelis Adat Budaya Tionghoa Kalimantan Barat.
Berdirinya organisasi ini menandai langkah penting bagi masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat, dalam memperkuat pelestarian budaya, mempererat solidaritas sosial, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Tak hanya itu, Yayasan Majelis Adat Budaya Tionghoa juga menjadi rumah besar beragam suku budaya yang ada di Kalimantan Barat, yakni Tidayu (Tionghoa Dayak Melayu).
Dengan adanya wadah tersebut, menandakan bahwa MABT menunjukkan komitmennya untuk merekat atau menjadi pemersatu antar etnis di Kalimantan Barat.
Tongkat kepemimpinan MABT Kalimantan Barat dipercayakan kepada seorang pengusaha sukses asal Kabupaten Kapuas Hulu, Edy Suhita, yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Akok.
Sosok Akok dikenal luas sebagai figur yang rendah hati, dermawan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta keagamaan.
Saat dikonfirmasi, Ketua MABT Kalimantan Barat, Akok menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin MABT.
Ia menegaskan, organisasi ini hadir bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa semata, tetapi juga untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan harmoni sosial di Kalimantan Barat.
“MABT akan menjadi wadah pemersatu yang menonjolkan nilai-nilai budaya, adat, dan tradisi Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat sejak lama. Kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan saling menghargai antar-etnis,” ujar Akok saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/11/2025).
Selain fokus pada pelestarian budaya, MABT juga berkomitmen mendorong peran masyarakat Tionghoa dalam bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.
“Dengan terbentuknya MABT, diharapkan dapat lahir berbagai program nyata yang mendukung kemajuan bersama serta mempererat hubungan antar-suku di Bumi Khatulistiwa,” tuturnya.
Akok tambahkan pembentukan MABT ini menjadi momentum baru bagi masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat.
“Untuk tampil lebih aktif dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah dan keharmonisan bangsa,” tukas Akok.














