BERITA TERKINIHEADLINEPEMKOT PALEMBANG

Kisah Haru di Hari Bakti PU: Pekerja PHL Terima Rumah Layak Huni dari Pemkot Palembang

×

Kisah Haru di Hari Bakti PU: Pekerja PHL Terima Rumah Layak Huni dari Pemkot Palembang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Suasana haru menyelimuti peringatan Hari Bakti PU di Palembang. Bukan hanya rangkaian seremonial, tetapi momentum ini menjadi titik baru bagi kehidupan salah satu Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas PUPR, Sumay Wardana. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang tidak layak, kini ia menerima hunian baru yang lebih aman dan nyaman dari Pemerintah Kota Palembang.

Bertempat di Jalan Mangkubumi Lorong Bunga, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT II, rumah tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa M.Si.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan rumah layak huni untuk Bapak Sumay Wardana sebagai bentuk kepedulian kepada tenaga PHL,” ujar Ratu Dewa, Rabu (03/12).

Ratu Dewa menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para pekerja lapangan yang selama ini menjadi bagian penting pembangunan kota meski terkadang luput dari sorotan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pekerja berpenghasilan rendah.

“Sentuhan seperti ini yang ingin kita hadirkan. Bukan hanya program, tetapi manfaat yang benar-benar dirasakan,” tambahnya.

Pembangunan rumah ini tidak semata dari APBD. Dinas PUPR bersama sponsor dan pegawainya bergotong royong mendukung realisasi bantuan. Semangat kebersamaan itulah yang menjadi alasan rumah ini bisa rampung dan diserahkan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Kemas Haikal, menyebut program ini merupakan bentuk penghargaan terhadap peran PHL.

“Bantuan ini bagian dari apresiasi Hari Bakti PU ke-80. Setelah unit pertama ini selesai, masih ada enam rumah lagi yang kita targetkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penerima bantuan harus memenuhi satu syarat utama: memiliki tanah sendiri.

“Kami tidak bisa membangun di lahan milik orang lain atau fasilitas umum,” jelasnya.

Bentuk bantuan yang diberikan berupa rumah jadi, bukan renovasi parsial. Ke depan, jenis bantuan dapat menyesuaikan kondisi rumah penerima lainnya.

Program bantuan ini menjadi bagian dari agenda besar Pemerintah Kota Palembang dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH). Saat ini, tercatat 3.607 rumah masih masuk kategori tidak layak

Ratu Dewa menegaskan komitmennya:

“Pada awal tahun depan, sekitar 1.500 unit kita selesaikan. Sisanya akan kita tuntaskan hingga 2026.”

Ia berharap dukungan masyarakat dan semua pihak dalam mewujudkan Palembang yang lebih manusiawi, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.

Bagi keluarga Sumay Wardana, rumah ini bukan sekadar bangunan tetapi harapan baru.

Kini, ia dan keluarganya memiliki tempat tinggal layak yang dapat menjadi pijakan masa depan yang lebih baik.