BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Kucuran Bantuan Gubernur Rp371 Miliar Seperti Jebakan Betmen

×

Kucuran Bantuan Gubernur Rp371 Miliar Seperti Jebakan Betmen

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Di balik wajah sumringah dalam wacana bantuan Gubernur sebesar Rp371 miliar, terselip fakta yang lebih kompleks dari sekadar kebaikan hati pemerintah provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur tampil sebagai sosok pemurah dan Bupati terlihat cukup cekatan, namun sejatinya masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) sedang menerima kembali uang mereka sendiri. Bantuan tersebut bukan semata soal kedermawanan, melainkan mekanisme fiskal yang memang harus berjalan. Kalau sudah begini, seperti masuk jebakan Betmen.

Kunjungan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, ke Desa Benawa, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI, pada Jumat (12/12), kembali diwarnai penegasan mengenai besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel. Angka fantastis Rp371 miliar berulang kali disebut sebagai bukti nyata dukungan tersebut.

Namun, jika ditelisik lebih jauh, dana ratusan miliar itu tidak sepenuhnya bersumber dari “kebaikan hati” berbagi APBD Provinsi semata. Terlepas dari narasi yang dibangun, faktanya dana tersebut sebagian besar berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak khususnya pajak kendaraan bermotor yang secara regulasi memang menjadi hak kabupaten/kota sebagai daerah penghasil sesuai kontribusinya.

Dengan kata lain, mayoritas dana yang mengalir ke OKI merupakan uang masyarakat setempat yang dikumpulkan melalui pajak, lalu dikembalikan melalui mekanisme anggaran provinsi. Dana ini bukanlah hadiah, melainkan memang hak daerah yang hanya “singgah” sebentar di kas provinsi.

Kendati demikian, dalam kunjungannya, Herman Deru tetap tampil dengan narasi kepedulian yang kuat. Ia menegaskan bahwa OKI menjadi wilayah prioritas pembangunan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan hingga rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Benawa. Sentuhan personal pun tak luput disampaikan, termasuk pengakuan kedekatannya dengan Bupati OKI.

“Saya sering ke OKI. Anggaran terbesar tahun ini justru ke OKI,” ujar Deru di hadapan warga.

Secara politis, pernyataan itu terdengar mulia, seolah provinsi sedang berkorban besar demi daerah. Padahal secara fiskal, alokasi tersebut adalah konsekuensi logis dari tingginya kontribusi pajak kendaraan bermotor di OKI sebuah wilayah luas dengan mobilitas angkutan barang yang sangat tinggi.

Di sisi lain, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki tampil sebagai kepala daerah yang piawai dalam strategi “jemput bola”. Dukungan anggaran provinsi ini sukses dikemas sebagai buah dari komunikasi intensif dan lobi yang efektif. Disebutnya nama kecamatan seperti Teluk Gelam dan Tanjung Lubuk sebagai penerima alokasi terbesar menegaskan bahwa pemerintah kabupaten cukup sigap mengamankan peluang anggaran yang tersedia demi pembangunan daerah.

Salah satu bukti konkretnya adalah perbaikan ruas Mesuji–Pampangan. Jalur yang selama ini dikenal rawan dan rusak parah tersebut kini hampir rampung, hanya menyisakan sekitar satu kilometer lagi. Manfaatnya langsung dirasakan warga, terutama untuk akses darurat dan distribusi ekonomi.

Selain jalan, rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Benawa turut disampaikan sebagai respons cepat atas kebutuhan masyarakat. Meski masih sebatas rencana, janji tersebut memberi angin segar bagi warga yang selama ini hanya bergantung pada perahu sebagai satu-satunya akses penyeberangan.

Kepala Desa Benawa, Mudani, menyambut baik perhatian pemerintah tersebut, seraya menggantungkan harap agar realisasi pembangunan jembatan tidak berhenti di tataran wacana.

“Desa kami belum memiliki jembatan. Harapan kami program dari pusat, provinsi, atau kabupaten bisa segera terealisasi,” tandasnya.