Reporter : Ricky
Yogyakarta, Mattanews.co – Dalam rangka mengembangkan kualitas penulisan, delapan jurnalis asal Labuhanbatu Sumatera Utara (Sumut) melakukan studi banding ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Studi banding yang digelar Diskominfo Labuhanbatu ini, digelar pada hari, Kamis (5/12/2019).
Para petinggi Diskominfo Labuhanbatu yang turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Publik Nelviana Darlina Dalimunthe, Kepala Seksi Kemitraan Media Publik Darliana Dalimunthe dan staff Diskominfo Labuhanbatu Januari.
Kunjungan ini diterima Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Rahmad Sutopo.
“Studi banding wartawan ke Diskominfo Yogyakarta, dimaksudkan untuk sharing informasi terkait penerbitan tabloid Diskominfo Labuhanbatu”, ucap Nelviana.
Selain sharing penerbitan media cetak, lanjut Nelviana, studi banding para jurnalis yang menulis artikel akan memberikan nuansa baru dalam bentuk karya jurnalistik.
Rahmad Sutopo mewakili Kepala Diskominfo DI Yogyakarta mrngungkapkan apresiasi kepada para jurnalis yang aktif dalam penulisan di tabloid Diskominfo Labuhanbatu.
Agar upaya mewujudkan program pemerintah yang sedang berjalan dan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat nantinya.
“Dengan kunjungan ini kita bisa saling bertukar informasi dan saling sharing mengenai keterbukaan informasi. Dan atas nama Pemerintah DI Yogyakarta saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini diharuskan untuk keterbukaan informasi seluas mungkin dalam arti positif dan sesuai dengan peraturan.
Namun, keterbukaan informasi terhadap publik harus melalui proses yang cukup matang dan dilandasi dengan undang – undang yang telah ditetapkan sebagai acuan, untuk menyampaikan pesan – pesan perkembangan pembangunan yang ada di daerah masing – masing.
“Harus dengan matang dan sesuai peraturan yang ditetapkan,” ujarnya.
Saat ini, Pemprov DI Yogyakarta telah menerbitkan dua media cetak sebagai penyampai informasi perkembangan pembangunan di Yogyakarta.
Kedua tabloid itu dikelola sebagai penyampai pesan perkembangan pembangunan.
“Selain itu, isu – isu negatif yang berkembang pun akan menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk terus menjaga kondusifitas daerah,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Yasmir Chaniago mewakili dari para jurnalis Labuhanbatu memaparkan bentuk sistem kerja tabloidnya yang sesuai dengan peraturan Bupati Labuhanbatu sebagai dasar hukumnya.
Tabloidnya juga terdiri dari perpaduan staf dan para jurnalis. Penerbitan Tabloid melalui Perbup.
“Awalnya ada sedikit kendala, mengenai penulis di tabloid. Namun, sebagai acuan sesuai aturan, saya melihat dan mendengar langsung, pihak Pemkab Labuhanbatu memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk berkarya,” katanya.
Menututnya, kesempatan tersebut diberikan dengan memberikan beberapa poin yang tertuang dan disetujui bersama.
Usai pemaparan, acara selanjutnya Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Daerah Istimewa Yogyakarta, Rahmad Sutopo bertukar cendera mata dan foto bersama.
Editor : Nefri















