MATTANEWS.CO, SURABAYA – Mengawali tahun 2026, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Ngobrol Pintar Bareng Keluarga Terencana (Ngopi Bangga Kencana) langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat pembentukan kepengurusan sekaligus menyusun arah program kerja satu tahun ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Kopi STK, Jalan Arjuna, Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Rapat ini menjadi penanda kesiapan Pokja dalam mengawal isu-isu strategis kependudukan dan pembangunan keluarga di Jawa Timur. Pertemuan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas diterimanya legalitas resmi Pokja Ngopi Bangga Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur.
Pembentukan kepengurusan dilandasi terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, yang menjadi dasar hukum keberadaan Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana.
SK tersebut secara simbolis telah diserahkan sehari sebelumnya, Senin (5/1/2026), di sela upacara bendera di Kantor Tim Kerja Pelatihan dan Pengembangan https://ccprcentre.org/about-ccpr Kompetensi BKKBN Jawa Timur, Jalan Kalibokor Timur No. 1 Surabaya.
Penyerahan SK dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, kepada Ketua Pokja Ngopi Bangga Kencana, Dedik Sugianto. Momentum ini menandai dimulainya peran resmi Pokja sebagai mitra strategis BKKBN dalam menyebarluaskan program Bangga Kencana kepada masyarakat luas.
Ketua Pokja Ngopi Bangga Kencana, Dedik Sugianto, menegaskan bahwa terbitnya SK membawa tanggung jawab besar bagi para jurnalis yang tergabung. Pokja diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam isu Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana.
“Setelah SK diterbitkan, kami tidak ingin berlama-lama. Hari ini kami langsung memfinalisasi struktur kepengurusan dan mulai merancang program kerja satu tahun ke depan. Target kami jelas, menjadikan media sebagai sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat, terutama terkait isu kependudukan, ketahanan keluarga, serta percepatan penurunan stunting di Jawa Timur,” ujar Dedik.
Sementara itu, Sukamto berharap Pokja Ngopi Bangga Kencana dapat berperan sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif bagi BKKBN. Menurutnya, peran wartawan sangat strategis dalam memperluas jangkauan informasi serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap program-program pemerintah hingga ke tingkat akar rumput.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah agenda utama, mulai dari penempatan personel sesuai kompetensi di bidang edukasi, publikasi, dan kemitraan, hingga penyusunan agenda kegiatan rutin. Program yang dirancang meliputi diskusi tematik, workshop isu kependudukan dan keluarga, serta peliputan lapangan yang berfokus pada implementasi program Bangga Kencana.
Dengan struktur kepengurusan yang solid dan program kerja yang terarah, Pokja Wartawan Ngopi Bangga Kencana optimistis mampu menghadirkan perspektif baru dalam jurnalisme kependudukan dan keluarga.
Sepanjang 2026, Pokja berkomitmen menyajikan informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan berdampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur.














