BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINEPEMERINTAHAN

Harga Bahan Pokok Awal 2026 di Palembang Relatif Stabil, Dinas Perdagangan Terus Lakukan Monitoring

×

Harga Bahan Pokok Awal 2026 di Palembang Relatif Stabil, Dinas Perdagangan Terus Lakukan Monitoring

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Memasuki awal tahun 2026, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang terpantau relatif stabil. Dinas Perdagangan Kota Palembang memastikan hingga Januari ini belum terdapat kenaikan harga yang signifikan, khususnya pada komoditas kebutuhan pokok masyarakat.

Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Palembang, Yulius Priansyah, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga di berbagai pasar tradisional yang ada di Kota Palembang.

“Kita dari Dinas Perdagangan ini memonitoring setiap hari di beberapa pasar yang ada di Kota Palembang,” ujar Yulius saat di konfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok di awal tahun ini masih sejalan dengan harga pada bulan sebelumnya. Tidak ditemukan lonjakan harga yang berarti di pasar-pasar yang menjadi lokasi monitoring.

“Jadi setiap pasar yang kita monitor itu, untuk harga-harga di awal tahun ini relatif sama dengan harga-harga sebelumnya, tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” jelasnya.

Yulius menambahkan, komoditas strategis seperti cabai merah, cabai rawit, maupun cabai burung masih berada pada harga normal. Begitu pula dengan bahan pokok lainnya yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.

“Untuk bahan pokok seperti cabai merah, cabai rawit atau cabai burung, dan bahan pokok lainnya tidak ada kenaikan harga,” katanya.

Ia menyebutkan, stabilitas harga tersebut berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, mengikuti tren harga pada bulan sebelumnya.

“Jadi dari Desember sampai ke Januari ini masih stabil untuk harga, mengikuti tren harga bulan kemarin,” ujarnya.

Meski demikian, Yulius mengungkapkan bahwa pada kondisi tertentu kenaikan harga bisa saja terjadi, yang umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya cuaca.

“Jadi kenaikan harga ini biasa dikarenakan beberapa faktor, yakni salah satunya cuaca,” ungkapnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Dinas Perdagangan Kota Palembang juga telah menyiapkan rencana pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah pada tahun 2026.

“Untuk 2026 ini ada rencana operasi pasar atau pasar murah itu masih diagendakan Kepala Dinas Perdagangan nanti,” jelas Yulius.

Adapun pasar-pasar yang rutin dipantau oleh Dinas Perdagangan antara lain Pasar KM 5, Pasar Lemabang, Pasar Suakbato, Pasar 16 Ilir, serta Pasar 10 Ulu.

“Untuk Dinas Perdagangan, kami memonitoring beberapa pasar yang ada di Kota Palembang ini yakni di Pasar KM 5, Lemabang, Suakbato, Pasar 16 Ilir, Pasar 10 Ulu. Kita monitor agar tahu bahwa ada kenaikan harga,” katanya.

Apabila ditemukan adanya kenaikan harga, pihaknya akan segera menelusuri penyebabnya hingga ke tingkat distributor untuk mencari solusi terbaik.

“Jika ada kenaikan harga, Dinas Perdagangan memonitoring distributor kenapa bisa ada kenaikan dan akan mencari solusinya,” tegas Yulius.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan apabila terjadi kenaikan harga di pasaran.

“Misal ada kenaikan harga atau lonjakan pada kelangkaan barang jangan panik, belilah saja dengan sesuai porsi dan jangan ditimbun barangnya karena bisa menyebabkan barang-barang tambah naik harga,” pungkasnya.