MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam (Ekbangsda) Sekretariat Daerah mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan operasi pasar gas LPG 3 kilogram pada Januari 2026.
Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan SDA Setda Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari surat Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 500.10.1/8/SETDA/EKBANG tertanggal 6 Januari 2025 tentang Pelaksanaan Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Operasi pasar ini kita laksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan gas Elpiji 3 kilogram bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi, sekaligus menekan harga agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” ujar Budi Prasetyo.
Ia merinci, operasi pasar akan dilaksanakan di dua kecamatan. Untuk Kecamatan Putussibau Utara, kegiatan digelar pada 9 Januari 2026 di kawasan Waterfront Siluk dengan melibatkan agen PT Energi Khatulistiwa.
Pada lokasi ini, disediakan sebanyak 560 tabung gas Elpiji 3 kilogram. Sementara itu, untuk Kecamatan Putussibau Selatan, operasi pasar dijadwalkan pada 10 Januari 2026 yang berlokasi di Mini Market Pelangi, dengan agen PT Putussibau Jaya dan jumlah yang disalurkan juga sebanyak 560 tabung.
Budi Prasetyo menegaskan bahwa operasi pasar akan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan harga penjualan sesuai HET Putussibau, yakni Rp25.000 per tabung.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, setiap warga hanya diperbolehkan satu tabung gas dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kebijakan satu warga satu tabung dan wajib membawa KTP ini bertujuan agar gas bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, serta mencegah adanya penimbunan atau pembelian dalam jumlah besar oleh pihak tertentu,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap melalui operasi pasar ini, kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram dapat teratasi dan masyarakat dapat kembali memperoleh gas bersubsidi dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan pihak agen dan distributor guna menjaga stabilitas pasokan gas LPG di wilayah Kapuas Hulu. (*)














