BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Stabilkan Harga Beras, Perum Bulog Kancab Putussibau Kembali Salurkan Beras SPHP 

×

Stabilkan Harga Beras, Perum Bulog Kancab Putussibau Kembali Salurkan Beras SPHP 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras ditingkat konsumen pada awal Tahun 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Putussibau Kembali menyalurkan beras SPHP ke konsumen/masyarakat pada Rabu (7 Januari 2026)

Penyaluran dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat dan Rumah Pangan Kita RPK, juga melalui posko pengendalian harga pangan yang di Kantor Cabang BULOG Putussibau.

Pemimpin Cabang Perum BULOG KC. Putussibau M. Khilnan Rianda mengatakan, bahwa penyaluran beras SPHP ke masyarakat dilakukan setelah mendapat surat perpanjangan penyaluran SPHP beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

“Masyarakat dapat membeli beras SPHP di pengecer resmi yang terdaftar di Perum BULOG baik yang berada di pasar rakyat maupun di RPK milik masyarakat di pemukiman-pemukiman masyarakat yang tersebar diwilayah kerja Perum BULOG KC. Putussibau, “kata M. Khilnan Rianda kepada wartawan, Kamis (8 Januari 2026)

M. Khilan jelaskan adapun harga jual ke konsumen akhir paling tinggi yaitu sesuai HET Rp. 65.500/kemasan 5 Kg atau 13.100 /Kg.

“Pelaksanaan SPHP beras ditingkat konsumen di bulan Januari 2026 ini masih mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI nomor 224 Tahun 2025, “tuturnya

Sementara untuk stok beras CPP yang ada di gudang BULOG Putussibau masih sangat mencukupi bahkan sampai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026 nanti.

“Stok beras di gudang Bulog Putussibau boleh dikatakan sangat cukup bagi masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, “tegas M.Khilnan

Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik dan jangan mudah terpancing jika ada isu yang mengatakan beras mahal atau beras tidak ada.

“BULOG selalu siap untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan beras. Namun dalam hal tersebut untuk mengelontorkan beras harus melalui penugasan dari pemerintah, “pungkasnya mengakhiri. (*)