BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Mahasiswa ‘Nyambi’ Ojol Jadi Korban Pengeroyokan dan Kehilangan Motor

×

Mahasiswa ‘Nyambi’ Ojol Jadi Korban Pengeroyokan dan Kehilangan Motor

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Malam itu seharusnya menjadi rutinitas biasa bagi M Wahidul Kahar (18), seorang mahasiswa yang nyambi sebagai driver ojek online ini hanya ingin menuntaskan pesanan minuman demi menambah uang saku. Namun siapa sangka, niat sederhana itu justru berakhir dengan luka, trauma dan kehilangan sepeda motor yang baru tiga bulan ia cicil, Selasa (13/1/2026).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Wahidul yang baru saja melintas di Jalan Prajurit Kemas Ali sempat mendapat teriakan dari sekelompok remaja yang nongkrong di pinggir jalan. Ia memilih mengabaikan, tak ingin memperpanjang urusan.

“Mereka memanggil sambil menunjuk jalan tapi saya diamkan, terus mereka bilang oi sengak sekali wajah kau ini (oi wajah kau sok nantang benar) saya jawab lagi aku tidak sengak, sambil lewat,” ujarnya saat dijumpai lokasi kejadian, Selasa (13/1/2026).

Bagi Wahidul, ucapan itu hanyalah percakapan singkat di jalan. Tapi ternyata, peristiwa kecil tersebut memicu amarah para pelaku. Tanpa ia sadari, lima orang pemuda itu membuntutinya dari Jalan Urip Sumoharjo hingga ke Jalan Residen Abdul Rozak, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang tepatnya di depan persimpangan depan Kantor Kodim 0418 Palembang.

Di lokasi sepi itulah mimpi buruk terjadi. Wahidul dihentikan secara paksa, ditarik hingga terjatuh dari motornya, lalu menjadi sasaran pengeroyokan oleh empat orang pelaku, sementara satu lainnya merekam kejadian tersebut.

“Disetop lalu ditarik sampai jatuh. Seingat saya ada empat orang yang mengeroyok, satu orang lagi merekam. Kalau lihat dari perawakan mungkin mereka (pelaku) sepertinya masih usia sekolah SMA,” katanya.

Tak hanya rasa sakit fisik yang harus ia tanggung. Pukulan di kepala, punggung, dan leher meninggalkan bekas trauma mendalam. Seorang teman yang bersamanya tak mampu membantu karena takut diserang juga.

Beruntung, seorang pengendara motor yang melintas berinisiatif menolong dan memisahkan korban dari para pelaku. Namun saat kondisi mulai aman, Wahidul baru menyadari satu hal yang jauh lebih menyakitkan: sepeda motornya sudah tidak ada di tempat.

“Setelah dikeroyok, tiba-tiba motor saya sudah tidak ada lagi. Tidak tahu yang mencurinya siapa, apakah dari pelaku yang mengeroyok atau bukan. Pokoknya tiba-tiba motor sudah tidak ada,” jelasnya.

Motor itu bukan sekadar alat transportasi. Bagi Wahidul, kendaraan tersebut adalah tumpuan untuk kuliah dan bekerja. STNK yang tersimpan di dalam jok pun ikut raib, menambah beban pikirannya.

“Motor baru jalan 3 bulan kredit. Sudah saya lapor polisi,” tutupnya lirih.

Kini, mahasiswa yang tinggal di Komplek RSS-B Jalan Melati III, Kecamatan Sako itu hanya berharap keadilan bisa ia dapatkan. Laporan sudah ia buat di Polsek Ilir Timur II. Harapannya sederhana: para pelaku segera ditangkap, dan ia bisa kembali menjalani hari-harinya tanpa rasa takut saat mencari nafkah di jalanan kota Palembang.