BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Miris! Balai Desa Sungai Lumpur OKI Alih Fungsi Jadi Arena Perjudian

×

Miris! Balai Desa Sungai Lumpur OKI Alih Fungsi Jadi Arena Perjudian

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (LSM Permak) berhasil membongkar praktik perjudian sabung ayam di Desa Sungai Lumpur, Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dari hasil temuan tim investigasi lembaga tersebut, ditemukan sejumlah fakta yang mencengangkan. Alih fungsi Balai Desa sebagai fasilitas pelayanan warga yang seharusnya terbebas dari segala bentuk kegiatan ilegal, justru berubah fungsi menjadi tempat perjudian sabung ayam.

“Selain jejak aktivitas judi sabung ayam, nampak bekas kerumunan di sekitar arena gelanggang yang memperkuat bukti telah terjadi aktivitas perjudian dengan memanfaatkan fasilitas balai desa,” ujar Ketua LSM PERMAK Herni di Kayuagung (24/1/2026).

Kedatangan langsung lembaga kontrol sosial ini sendiri guna memastikan video yang beredar sebelumnya yang diterima pihaknya. Dalam video itu memperlihatkan puluhan orang memadati balai desa tanpa upaya penyamaran sedikit pun sedang bertaruh sabung ayam yang berada di gelanggang. Dokumentasi visual tersebut juga menggambarkan duel sengit dua ayam berakhir setelah salah satunya keok. Kendaraan para pemain tampak memenuhi halaman, sementara akses keluar-masuk bangunan berlangsung bebas layaknya pasar malam.

Herni, menilai intensitas kegiatan tersebut menjadi indikator kuat adanya pembiaran sistematis. Menurutnya, praktik ilegal yang berlangsung di fasilitas negara hanya bisa bertahan jika ada “lampu hijau” atau toleransi dari pihak berwenang.

“Ini bukan soal kecolongan sekali atau dua kali. Polanya berulang dan terstruktur. Di situ letak masalahnya,” ujar Herni.

Ia menambahkan bahwa penggunaan fasilitas negara untuk perjudian mencederai marwah pemerintahan desa dan membuka ruang dugaan keterlibatan oknum. “Publik berhak bertanya: siapa yang memberi izin, atau siapa yang memilih tutup mata?” tanya dia.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar, praktik ini bukan sekadar insiden sesekali, melainkan agenda harian yang telah berlangsung lama.

“Sudah lama terjadi, hampir setiap hari ada. Kalau sedang ramai, aktivitasnya bisa sampai malam hari,” ungkap seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

Keterbukaan aktivitas ilegal ini memicu kecurigaan warga terkait peran pemerintah desa dan aparat keamanan. Sebagai aset, ijin penggunaan balai desa di bawah tanggung jawab kepala desa, kemudian sangat mustahil kegiatan seramai itu luput dari pantauan aparat keamanan,

“Itu balai desa, bukan kebun pribadi. Tidak masuk akal jika pemerintah desa atau aparat mengaku tidak tahu perjudian tersebut,” pungkasnya.