MATTANEWS.CO, OKI – Polemik pengelolaan parkir di kawasan Shopping Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kian menempatkan pengurus lama pada posisi tertekan. Keluarga almarhum Taufik Bawong, pengelola parkir yang telah merintis dan menjaga kawasan tersebut selama lebih dari dua dekade, menilai negara absen dalam memberi perlindungan atas hak yang selama ini mereka jalankan secara tertib dan bertanggung jawab.
Erni Taufik Bawong, istri almarhum, didampingi dua anaknya, Kelsa Ismail dan Ishak Mekki, menyampaikan kekecewaan mendalam atas terbitnya Surat Keputusan (SK) pengelolaan parkir atas nama pihak lain, meski izin yang dipegang keluarga masih berlaku hingga 2025.
Menurut Erni, selama puluhan tahun pengelolaan parkir di kawasan Shopping Kayuagung berjalan tanpa konflik berarti. Setoran rutin ke pemerintah daerah dilakukan, keamanan terjaga, dan selama dalam pengelolaan, tidak pernah satu pun tercatat persoalan kehilangan maupun keributan besar di area tersebut.
“Wilayah parkir ini sekarang jadi rebutan. Kami sudah lama pegang di sini, belum ada kehilangan, belum pernah absen setor kewajiban tiap bulan. Tapi kenapa setelah berjalan baik, sekarang ada yang mau merebutnya?” ujar Erni, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, keluarganya bukan menolak aturan, melainkan meminta konsistensi dan keadilan dari Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Terlebih, kata dia, keluarga telah menghadap langsung Bupati Muchendi Mahzareki untuk meminta kepastian.
“Kami sudah menghadap ke Pak Bupati. Kata Pak Bupati, wilayah Shopping ini masih punya Rizky Ismail, anak Pak Taufik Bawong. Tapi kenapa SK ini diturunkan atas nama orang lain? Itu yang kami minta keadilan, Pak,” ucapnya.
Senada, Kelsa Ismail menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pengelola lama yang telah membangun sistem dari nol. Ia menekankan bahwa keluarga selama ini bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga stabilitas sosial di kawasan yang dikenal rawan gesekan.
“Pengelolaan parkir itu bukan pekerjaan ringan. Ini soal mengatur orang, menghindari konflik, dan memastikan ketertiban. Kami sudah membuktikan itu bertahun-tahun. Tapi justru kami yang dipinggirkan tanpa penjelasan terbuka,” katanya.
Dirinya menyebut terbitnya SK baru tanpa dialog resmi dengan pengurus lama sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip tata kelola yang adil. Menurutnya, kebijakan sepihak justru berpotensi menimbulkan konflik di lapangan,
“Kalau pengelola lama yang sudah jelas rekam jejaknya disingkirkan begitu saja, ini preseden buruk. Pemkab OKI seharusnya hadir melindungi yang tertib, bukan malah menciptakan ruang konflik, terlebih lagi tata kelola parkir akan diserahkan kepada preman,” ujarnya.
Dirinya juga membeberkan bahwa selama ini pihak keluarga dibebani setoran rutin yang mencapai Rp 10 juta per bulan. Namun, di luar angka resmi tersebut, terdapat dugaan praktik pungutan untuk oknum tertentu,
“Ada setoran tambahan sebesar Rp 2 juta setiap bulan yang diberikan kepada oknum. Itu tidak masuk ke kas daerahm. Jelas itu masuk poin korupsi,” ungkap Kelsa.
Menurutnya, praktik ini menunjukkan adanya intervensi dan intimidasi terhadap institusi teknis seperti Dinas Perhubungan yang seharusnya menjadi instrumen pengawas dalam hal kelola parkir.
Keluarga Taufik Bawong menegaskan mereka siap mengikuti keputusan pemerintah daerah, sepanjang disampaikan secara terbuka, tertulis, dan sesuai prosedur hukum.
“Tidak pernah sekalipun kami diajak mediasi atau dilibatkan sebagai pengurus parkir. Secara tiba-tiba ada surat keputusan diterbitkan Dinas Perhubungan untuk menyingkirkan kami,” bebernya.
Hingga kini, ia mengaku hanya menerima informasi yang saling bertentangan antara pernyataan lisan pejabat dan realitas administratif di lapangan.
“Kami merasa digantung. Sebagai warga yang merintis dari nol, kami hanya minta keadilan. Jika orang lain bisa diberi izin, kenapa kami yang sudah puluhan tahun mengelola secara tertib, tanpa pernah lalai menyetor ke kas daerah justru mau disingkirkan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Iqbal hingga berita ini ditayangkan, belum memberi komentar lebih jauh, meski permintaan konfirmasi terkait hal ini telah dilayangkan melalui obrolan singkat WhatsApp.














