BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

BUMDes Larasati Kendalbulur Setor PAD Rp70,7 Juta pada 2025, Musdes LPJ Soroti Kinerja dan Ekspansi Ketahanan Pangan

×

BUMDes Larasati Kendalbulur Setor PAD Rp70,7 Juta pada 2025, Musdes LPJ Soroti Kinerja dan Ekspansi Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Pemerintah Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMDes Larasati Tahun Anggaran 2025, Sabtu (5/4/2026). Forum ini menjadi sorotan setelah BUMDes Larasati berhasil menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp70.708.000 dalam setahun.

Musdes yang digelar di balai desa itu dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, lembaga desa, hingga perwakilan masyarakat. Agenda utama forum tersebut adalah memaparkan capaian usaha, laporan keuangan, hingga arah pengembangan usaha BUMDes ke depan.

Capaian PAD itu dinilai menjadi indikator bahwa pengelolaan usaha desa di Kendalbulur berjalan produktif dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.

PPOB dan Wisata Nangkula Jadi Andalan

Dalam pemaparannya, pengurus BUMDes Larasati menjelaskan bahwa dua unit usaha utama, yakni PPOB dan Wisata Nangkula, masih menjadi tulang punggung pendapatan desa sepanjang 2025.

Direktur BUMDes Larasati Desa Kendalbulur, Suprihatin, S.Pd., mengatakan kontribusi dua unit usaha tersebut menjadi fondasi penting dalam menopang kinerja badan usaha milik desa.

“Unit usaha PPOB dan Wisata Nangkula pada tahun 2025 menyumbangkan Pendapatan Asli Desa sebesar Rp70.708.000. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Suprihatin, Senin (6/4/2026).

Tak berhenti pada sektor jasa dan wisata, BUMDes Larasati juga mulai memperluas lini usaha ke sektor ketahanan pangan. Pada akhir 2025, pengelola mulai menjalankan program Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui budidaya domba.

“Ke depan, kami mohon doa dan dukungannya, karena di akhir tahun 2025 BUMDes juga mulai menjalankan program ketahanan pangan melalui budidaya domba. Semoga di tahun 2026 usaha ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” imbuhnya.

Langkah ekspansi itu dipandang sebagai strategi jangka panjang agar BUMDes tidak hanya bertumpu pada usaha jasa, tetapi juga masuk ke sektor produktif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.

Kades: Total Capaian Enam Tahun Tembus Rp506 Juta

Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, memberikan apresiasi atas capaian yang diraih pengurus BUMDes Larasati. Ia menilai performa usaha desa tersebut layak diapresiasi karena mampu memberi kontribusi stabil terhadap keuangan desa.

Menurut Anang, capaian tahun 2025 bukanlah angka kecil, apalagi jika dihitung secara akumulatif selama kepemimpinan Direktur BUMDes saat ini.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras pengurus BUMDes. Tahun ini sudah mampu menorehkan PAD yang sangat baik. Jika kita hitung selama enam tahun kepemimpinan Ibu Suprihatin, total capaian sudah mencapai Rp506.103.000,” kata Anang.

Ia bahkan menyebut capaian tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terbaik di Kabupaten Tulungagung.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa, bahkan insya Allah termasuk yang terbaik di Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.

Pesan Kades: Jangan Takut Rugi untuk Berkembang

Dalam forum itu, Anang juga menyampaikan pesan motivasi kepada pengurus BUMDes agar tidak ragu dalam mengembangkan usaha. Menurut dia, semangat berinovasi dan keberanian mengambil peluang menjadi kunci penting bagi pertumbuhan usaha desa.

“Jangan takut rugi. Karena seorang pengusaha, kalau sejak awal sudah takut rugi, itu adalah kegagalan pertama. Jalankan program sebaik mungkin, insya Allah dengan dukungan dan doa masyarakat, semua akan berhasil,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kendalbulur ingin BUMDes Larasati terus tumbuh sebagai lembaga usaha yang adaptif, progresif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi desa ke depan.

Musdes Jadi Ruang Evaluasi dan Aspirasi Warga

Tak hanya menjadi forum formal penyampaian laporan pertanggungjawaban, Musdes juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi bersama antara pengurus, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara terbuka perkembangan unit usaha yang dijalankan BUMDes, sekaligus menyampaikan masukan untuk peningkatan kinerja di tahun mendatang.

Keterbukaan laporan dan partisipasi warga menjadi poin penting agar keberadaan BUMDes tidak hanya dipandang sebagai badan usaha desa semata, melainkan sebagai instrumen bersama untuk memperkuat ekonomi lokal.

BUMDes Didorong Jadi Motor Kemandirian Desa

Dengan capaian PAD yang terus tumbuh, BUMDes Larasati diharapkan dapat terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi Desa Kendalbulur. Keberhasilan unit usaha yang sudah berjalan, ditambah langkah baru di sektor ketahanan pangan, menjadi sinyal bahwa BUMDes memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian desa.

Jika konsistensi kinerja, inovasi usaha, dan dukungan masyarakat tetap terjaga, BUMDes Larasati bukan hanya mampu menopang PAD, tetapi juga bisa menjadi model pengelolaan usaha desa yang efektif di Tulungagung.

BUMDes yang sehat bukan sekadar mencetak angka, tetapi membangun kepercayaan, menggerakkan ekonomi warga, dan memastikan desa mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.