BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Di Bawah Terik Pagi Putussibau Aksi Humanis di Jalan Raya, Anggota Satlantas Polres Kapuas Hulu Turun Tangan Bantu Ibu-Ibu Kehabisan BBM

×

Di Bawah Terik Pagi Putussibau Aksi Humanis di Jalan Raya, Anggota Satlantas Polres Kapuas Hulu Turun Tangan Bantu Ibu-Ibu Kehabisan BBM

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Jalan D.I. Panjaitan, Putussibau, Rabu pagi 15 April 2026. Matahari baru saja naik, namun aspal sudah menyengat.

Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota Kapuas Hulu itu, seorang ibu paruh baya terdiam di pinggir jalan. Tangannya gemetar memegang setang, tubuhnya basah oleh keringat. Motor matik yang ia dorong tak lagi bersahabat. Mogok. Bensinnya habis.

Wajahnya pucat. Tatapannya kosong
ia baru berangkat menuju ke Bank mengambil uang pensiunan. Namun perjalanan yang seharusnya 10 menit, berubah menjadi mimpi buruk.

Sekitar pukul 08.30 WIB, dari kejauhan terlihat rompi hijau menyala. Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kapuas Hulu yang sedang bertugas mengatur lalu lintas menangkap pemandangan itu. Tanpa aba-aba, mereka berlari kecil mendekat.

“Ibu Kenapa? Ada yang bisa kami bantu?” tanya anggota Satlantas Polres Kapuas Hulu yang menghampirinya.

Kasat Lantas Polres Kapuas Hulu, AKP Cahya Purnawan, yang saat itu memimpin langsung pengaturan memberikan kode ke anggota. Suaranya tegas namun menenangkan.

“Bensin… habis, Pak. Saya mau ke Bank sama ke pasar… tidak tahu kalau sudah mau habis. Biasanya yang pakai motor ini menantu saya,” lirihnya.

AKP Cahya Purnawan memberikan kode ke anggotanya. Cari Minyak ke SPBU atau ke kios terdekat. Kasihan ibu kalau mendorong motor sejauh itu di bawah terik matahari bukan pilihan. Terlebih bagi seorang ibu yang usianya tak lagi muda.

“Amankan dulu kendaraannya. Kamu, cari bensin!” perintahnya singkat kepada salah satu anggota.

Seketika, seorang anggota Satlantas melesat meninggalkan lokasi. Di tangannya tergenggam jeriken kosong.

Ia menyusuri pinggir jalan, mencari penjual bensin eceran terdekat.

Sementara itu, AKP Cahya Purnawan dan anggota lain tak diam. Mereka mendorong motor sang ibu ke tempat teduh, di bawah pohon rindang dan mengajak ibu berbincang – bincang.

Lima menit. Sepuluh menit. Dari ujung jalan, anggota Satlantas itu muncul. Nafasnya tersengal, namun di tangannya ada kantong plastik yang berisi Pertalite. Tanpa banyak bicara, BBM itu langsung dituang ke tangki motor. Satu, dua, tiga kali tuang.

Kontak diputar. Starter ditekan. _Brummm…_ Suara mesin motor memecah keheningan. Untuk pertama kalinya pagi itu, senyum mengembang di wajah sang ibu.

“Terima kasih banyak, Pak… Saya tadi sudah bingung sekali. Mau dorong motor sampai SPBU jauh, badan juga sudah tidak kuat. Untung ada bapak-bapak polisi yang nolong,” ucapnya terbata.

AKP Cahya Purnawan hanya tersenyum.
“Yang penting Ibu selamat sampai rumah. Lain kali sebelum berangkat dicek dulu ya, Bu, bensinnya. Hati-hati di jalan.”

Kasat Lantas Polres Kapuas Hulu, AKP Cahya Purnawan, menegaskan bahwa apa yang dilakukan anggotanya pagi ini adalah wajah Polri yang sesungguhnya. Bukan hanya hadir untuk menilang dan menindak, tetapi hadir untuk melayani dan melindungi dengan hati.

“Kami dari Satlantas Polres Kapuas Hulu rutin patroli untuk memastikan kamseltibcarlantas. Kalau di lapangan menemukan warga yang kesulitan, sudah kewajiban kami untuk membantu. Ini sejalan dengan program Polri yang Presisi dan mengedepankan pelayanan humanis,” tegas AKP Cahya Purnawan, Rabu 15 April 2026.

Ia mengingatkan, kejadian seperti ini harus menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan. Mengecek kondisi kendaraan sebelum bepergian adalah hal kecil yang dampaknya besar.

“Cek bensin, cek rem, cek lampu, cek surat-surat. Lima menit mengecek bisa menyelamatkan kita dari satu jam kesulitan di jalan,” pesannya.

Bagi Satlantas Polres Kapuas Hulu, kejadian Rabu pagi itu bukanlah yang pertama. Catatan mereka panjang: membantu menyebrangkan anak sekolah, mengevakuasi pohon tumbang saat hujan, hingga mengantar ibu hamil ke puskesmas. Semua dilakukan tanpa pamrih.

“Karena pada dasarnya, tugas polisi bukan hanya menindak, tapi juga melayani dan melindungi dengan hati. Kami ingin masyarakat Kapuas Hulu merasa aman karena tahu polisinya ada untuk mereka,” tutup AKP Cahya Purnawan.

Rabu pagi itu, Jalan D.I. Panjaitan menjadi saksi. Bahwa di balik seragam dan tanda pangkat, ada hati yang siap menolong.

Bahwa di tengah tugas mengatur lalu lintas, masih ada ruang untuk kemanusiaan. Dan bahwa bagi seorang ibu yang hampir putus asa, uluran tangan polisi adalah jawaban dari doanya.

Motor itu akhirnya melaju pelan meninggalkan lokasi. Di belakangnya, rompi hijau menyala kembali ke tengah jalan, melanjutkan tugas: menjaga Kapuas Hulu tetap aman, dan tetap manusiawi. (*)