BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

GAPEMBI Malang Raya Gelar Pelatihan Penguatan Tata Kelola Keuangan

×

GAPEMBI Malang Raya Gelar Pelatihan Penguatan Tata Kelola Keuangan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang menggelar pelatihan dan rapat kerja anggota yang berlangsung di Ocean Garden Resto Kota Malang, Selasa sore (12/5/2026).

Ketua GAPEMBI Malang Raya, Djoni Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Pihaknya mengakui bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada penyedia makanan, tetapi juga kolaborasi antara BGN, pemerintah daerah, sekolah, hingga para mitra penyedia layanan SPPG.

“Harapannya nomor satu, kita bisa bersinergi baik dengan seluruh pihak terkait, baik itu BGN, pemerintah daerah, maupun para pemanfaat seperti institusi sekolah dan lainnya. Intinya bagaimana kita bisa memberikan layanan terbaik sesuai garis program, aturan, dan SOP yang sudah ditetapkan BGN,” ungkapnya.

Selain itu, GAPEMBI juga memberikan penguatan terkait tata kelola keuangan kepada para mitra SPPG agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang berpotensi menjadi temuan pemeriksaan.

Lebih lanjut, Djoni yang memiliki latar belakang sebagai akuntan dan pemeriksa menerangkan bahwa sistem pengelolaan anggaran di dapur SPPG harus dilakukan secara ketat dan disiplin, terutama karena menggunakan sistem cash basis.

“Saya menjelaskan bagaimana pola pemeriksaan BPK terhadap sistem cash basis yang ada di dapur-dapur SPPG. Jadi harus putus di setiap periode, tidak boleh ada minus. Anggaran itu tidak boleh sampai defisit,” jelasnya.

Oleh sebab itu, apabila ditemukan pengeluaran melebihi pagu anggaran, maka mitra swasta harus bertanggung jawab penuh atas temuan tersebut.

“Kalau ketemu BPK ada minus, ya mitra yang harus mengganti. Makanya penjagaan belanja setiap hari itu sangat penting dan harus hati-hati agar tidak melebihi pagu yang ada,” tuturnya.

Bukan hanya tentang pengelolaan anggaran, GAPEMBI juga menaruh perhatian serius terhadap standar pengelolaan limbah dapur dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sektor catering penyedia MBG.

Djoni menyebut bahwa limbah minyak dan bau menjadi perhatian utama yang diawasi BGN dalam proses sertifikasi dan pengawasan dapur SPPG.

“Yang kita masak ini organik, jadi IPAL harus dijaga. Minyak harus dipisahkan dari air dan minyak. Limbah berat sudah tersaring sejak di dapur, lalu disaring lagi saat masuk IPAL. Air yang keluar harus sudah bersih,” bebernya.

Kendati demikian, ia mengakui limbah catering tetap berpotensi menimbulkan bau sehingga pengelola wajib memastikan tidak terjadi polusi lingkungan.

“Bau dari limbah catering itu tidak boleh ada. Polusi dari limbah itu utamanya minyak dan bau. Ini yang sangat dijaga dan diteliti oleh BGN,” imbuhnya.

Djoni memastikan GAPEMBI akan membantu para mitra SPPG yang saat ini terkena suspend agar bisa kembali aktif setelah memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

“GAPEMBI akan membantu para mitra SPPG yang terkena suspend supaya bisa aktif kembali,” katanya.

Djoni menilai, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM.

“Program ini bagus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama menyambut Indonesia Emas 2045. Selain itu juga bagus untuk perekonomian UMKM, maka mari kita sukseskan bersama-sama,” ujarnya.

Bahkan dirinya juga meminta masyarakat memberikan kritik yang bersifat membangun terhadap pelaksanaan program, bukan memperdebatkan keberadaan program MBG itu sendiri.

“Kritik dan saran dari masyarakat itu kritik membangun, bukan mempermasalahkan programnya. MBG ini adalah janji kampanye Presiden Prabowo yang harus dilaksanakan,” tegas Djoni.

Sedangkan yang perlu dikritisi adalah teknis pelaksanaan agar semakin baik dan tepat sasaran.

“Jangan mempermasalahkan programnya, tetapi kritik bagaimana supaya program ini lebih bagus. Itu yang penting,” tandasnya.