MATTANEWS.CO, JAMBI – Kebakaran hebat melanda lokasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat malam (15/05/2026). Insiden tersebut mengakibatkan lima kendaraan terdampak kebakaran dan memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, laporan kebakaran diterima pada pukul 19.05 WIB melalui layanan Call Center Bahagia 112. Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 19.13 WIB dengan waktu respons delapan menit sejak keberangkatan dari Mako Damkar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, A.P., M.E., melalui sambungan WhatsApp pada Sabtu (16/05/2026), menyampaikan bahwa saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar di area yang tertutup pagar seng.
“Petugas kemudian melakukan pembongkaran pagar seng dan menemukan adanya truk yang telah dimodifikasi untuk menyimpan BBM dalam kondisi terbakar. Pipa penyalur pada truk tersebut terbuka sehingga BBM tumpah dan mempercepat penyebaran api,” ujarnya.
Api kemudian merembet dan membakar sejumlah kendaraan lain yang berada di lokasi, terdiri dari dua unit mobil tangki BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi, satu unit truk, satu unit mobil pikap, serta satu unit kendaraan modifikasi penyimpanan BBM.
Dalam proses penanganan, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 60 personel dengan dukungan tujuh unit armada pemadam dan suplai air. Operasi pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam 30 menit.
Petugas juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari PLN untuk pemutusan aliran listrik, Pertamina dalam bantuan fire foam, hingga aparat TNI dan Polri guna pengamanan lokasi dan pengaturan lalu lintas.
Selain melakukan pemadaman menggunakan 29.000 liter air dan 150 liter Liquid Foam BindOil, petugas juga melakukan proses pendinginan terhadap kendaraan yang terbakar guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Berdasarkan hasil investigasi awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting mesin genset yang berada di dekat kendaraan modifikasi penyimpanan BBM. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak terkait.
Dalam peristiwa tersebut, dua petugas Damkar dilaporkan mengalami sesak napas dan dehidrasi saat bertugas. Keduanya, yakni M. Ishak Effendi dan Bambang Apriandi, telah mendapatkan penanganan dari tim PSC 119.
Meski sempat mengalami kendala berupa banyaknya warga yang mendekati lokasi serta akses jalan yang sempit, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta dampak kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.















