MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Lahan jagung di Desa Hulu Pengkadan berubah jadi lautan manusia pada Sabtu, 16 Mei 2026. Polres Kapuas Hulu bersama Forkopimda dan masyarakat menggelar *Panen Raya Jagung Serentak Triwulan II Tahun 2026*, sebagai wujud dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional dan target swasembada pangan 2026.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menghasilkan hasil yang konkret di lapangan.
*Forkopimda Turun Lapangan, Panen Bareng Warga*
Rangkaian panen raya dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, S.M., Wakapolres Kapuas Hulu KOMPOL Muslimin, Wakil Ketua II DPRD Topan Ali Akbar, serta perwakilan dari Kodim 1206, Yonif 644/WLS, Yon TP 972, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, KPH Selatan.
Turut hadir pula Kapolsek Pengkadan Iptu Dendy Arif Setiady, unsur Kecamatan Pengkadan, kelompok PPPK Ketahanan Pangan Desa Hulu Pengkadan, dan para kepala desa se-Kecamatan Pengkadan.
Acara dibuka oleh MC Bripda Maria Vilinia Bulan, dilanjutkan doa bersama, sambutan, makan siang bersama, hingga mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak TW II Tahun 2026 yang digelar secara nasional. Puncak acara ditandai dengan panen dan pemipilan jagung secara simbolis.
*Polri Jadi Mitra Petani, Bukan Sekadar Pengayom*
Dalam sambutannya, Wakapolres Kapuas Hulu KOMPOL Muslimin menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar seremoni.
“Ini adalah bukti nyata hasil kerja keras dan gotong royong masyarakat bersama jajaran Polres Kapuas Hulu dalam mendukung ketahanan pangan. Polri hadir tidak hanya sebagai pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai mitra kerja yang turun langsung mendukung masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi warga Desa Hulu Pengkadan yang konsisten merawat tanaman hingga menghasilkan panen memuaskan. Lahan seluas 1,2 hektar yang digarap bersama ini menghasilkan estimasi 4.032 kg atau sekitar 4 ton lebih jagung pipilan kering.
Wakapolres juga mengajak seluruh personel Polsek Pengkadan dan Polres Kapuas Hulu untuk terus aktif, solutif, dan dekat dengan rakyat.
Ia berharap hasil panen ini menjadi motivasi untuk memperluas area tanam jagung di wilayah Kapuas Hulu ke depan.
*Peluang Besar bagi Petani Lokal*
Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, dalam sambutannya menyoroti peluang besar yang terbuka bagi petani lokal. Merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025, pemerintah pusat menargetkan pengadaan jagung dalam negeri mencapai 1 juta ton dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram.
“Ini peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya urusan sektor pertanian, tapi juga berkaitan langsung dengan keamanan, stabilitas sosial, dan kedaulatan daerah,” tegas Wakil Bupati.
Jagung hasil panen dari Desa Hulu Pengkadan direncanakan akan disalurkan dan dijual ke Bulog, sebagai bagian dari pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah atau CJP yang berkelanjutan.
*Ketahanan Pangan, Kerja Bersama*
Ditambahkan Sukardi, keberhasilan panen raya di Pengkadan menunjukkan bahwa program ketahanan pangan bisa berjalan optimal jika semua pihak bergerak bersama.
“Kolaborasi antara Polres Kapuas Hulu, pemerintah daerah, TNI, Bulog, dinas terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama, “ucapnya.
Dengan hasil panen yang memuaskan, diharapkan semangat petani di Kapuas Hulu semakin tumbuh untuk memperluas lahan dan meningkatkan produktivitas.
“Langkah kecil di Desa Hulu Pengkadan ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga kedaulatan pangan Indonesia di 2026, “tutup Sukardi. (*)














