BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Batalnya Grand Final Bujang Gadis PALI 2025, Kadisbudpar Siapkan Skema Khusus untuk 26 Finalis

×

Batalnya Grand Final Bujang Gadis PALI 2025, Kadisbudpar Siapkan Skema Khusus untuk 26 Finalis

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kabupaten PALI menyiapkan solusi bagi 26 finalis Bujang Gadis PALI BGP 2025 yang kecewa akibat pembatalan mendadak malam Grand Final. Para finalis yang sudah lolos hingga tahap akhir dipulangkan saat hari kedua atau ketiga karantina tanpa kejelasan.

Kepala Disbudpar PALI, Hj. Rina Anggraini ST., MT., menyatakan pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara bijak dan tidak akan membiarkan perjuangan para peserta sia-sia.

“Secara pemerintah dan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, kami tidak akan melakukan pembiaran. Potensi yang ada tetap harus kita selesaikan,” ujar Rina saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/26).

Finalis 2025 Langsung Masuk Grand Final 2026

Rina menjelaskan pembatalan diduga terjadi karena SOP pada kepengurusan sebelumnya belum terpenuhi. Untuk itu, Disbudpar tengah mengusulkan penganggaran kembali melalui APBD Perubahan 2026.

Sebagai langkah konkret, 26 finalis BGP 2025 tidak perlu mengikuti seleksi dari awal. Mereka akan langsung disandingkan di tingkat Grand Final BGP 2026.

“Kita tetap buka perekrutan baru untuk 2026. Anak-anak yang 26 orang kemarin akan kita surati dan panggil kembali. Mereka langsung masuk grand final,” jelas Rina.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi kerugian materi, waktu, dan beban moral yang dialami para finalis.

Perkuat Peran BGP sebagai Duta Wisata

Ke depan, Disbudpar PALI berkomitmen mematangkan SOP dan menghadirkan narasumber berkompeten agar kualitas BGP semakin kuat. Rina menegaskan BGP bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan agen promosi pariwisata daerah.

“Kita punya potensi luar biasa seperti Candi Bumi Ayu, satu-satunya cagar budaya nasional di Sumsel. Peran BGP dibutuhkan sebagai pahlawan wisata untuk mengangkat budaya kita,” tambahnya.

Terkait anggaran penyelenggaraan tahun lalu sebesar Rp199,9 juta yang tercatat di LPSE, Rina memastikan anggaran tersebut tidak dibayarkan karena acara batal. Detail lebih lanjut akan dicek ke bagian keuangan.

Dengan pembenahan sistem dan pendekatan humanis, Disbudpar berharap para pemuda bertalenta di PALI tetap semangat berkontribusi mempromosikan pariwisata Bumi Serepat Serasan.