BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Tak Berkutik, Pelaku Pembunuhan Sopir Truk di SPBU Noerdin Panji Dibekuk Kurang dari 24 Jam

×

Tak Berkutik, Pelaku Pembunuhan Sopir Truk di SPBU Noerdin Panji Dibekuk Kurang dari 24 Jam

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus tewasnya seorang sopir truk usai insiden pengeroyokan di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami, Palembang. Rabu (3/6/2026).

Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tim gabungan berhasil meringkus pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami. Penangkapan dilakukan menyusul penyelidikan intensif pasca peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Korban diketahui merupakan seorang sopir truk yang meninggal dunia setelah terlibat keributan saat mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU tersebut. Perselisihan yang semula terjadi di lokasi antrean diduga berujung pada aksi pengeroyokan hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Alex Andriyan, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku dalam kasus tersebut.

“Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polsek Sukarami berhasil menangkap pelaku pembunuhan kurang dari 1×24 jam. Barang bukti juga telah diamankan,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (3/6/2026) malam.

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Sejumlah informasi penting, termasuk identitas pelaku, jumlah orang yang terlibat, hingga motif pasti aksi kekerasan itu, masih dalam proses penyelidikan.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan dan pendalaman. Untuk jumlah pelaku serta motifnya akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan masyarakat setelah kabar tewasnya seorang sopir truk akibat dugaan pengeroyokan di area SPBU Noerdin Panji beredar luas. Dugaan sementara, insiden berdarah itu bermula dari cekcok saat antrean pengisian solar subsidi yang kemudian berujung tragis.