MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Miris, sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang pria di Provinsi Sumsel beredar luas di media sosial dan sejumlah grup percakapan WhatsApp. Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang disebut-sebut merupakan warga keturunan Cina yang berdomisili di Palembang, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026 sore di kawasan Jalan Noerdin Pandji, Tanjung Api-Api, Sukarame, Palembang. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait lokasi pasti maupun kronologi lengkap kejadian tersebut.
Dalam video yang beredar, korban tampak berada dalam kondisi tidak berdaya dengan kedua tangannya diduga diikat menggunakan tali di sebuah meja. Korban kemudian terlihat menerima pukulan bertubi-tubi menggunakan sebatang kayu hingga kayu tersebut patah menjadi beberapa bagian.
Korban yang terdengar kesakitan berulang kali memohon agar tindakan tersebut dihentikan.
“Ampun kak, aku ini ada anak bini, ada anak satu. Kalau aku mati, kamu ditangkap polisi, orang itu tidak tertangkap, aku tau tempatnya, itu banyak pak, ampun pak,” ucap korban sebagaimana terdengar dalam rekaman video.
Namun, terduga pelaku yang terekam dalam video diduga menjawab dengan nada menantang. Ia disebut mengaku tidak takut terhadap aparat penegak hukum.
“Kalau sekarang baru bilang ampun, mati kau sekalian (sembari ayunkan kayu ke tubuh korban), Polisi kawan aku semua, aku kenal semua, jangan coba-coba kau disini ya, nanti satu persatu kalian ditangkap,” demikian ucapan yang terdengar dalam video tersebut disertai aksi pemukulan kembali berlangsung.
Beredarnya video tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta sebenarnya, mengidentifikasi pelaku dan korban, serta menindak tegas apabila terbukti terjadi tindak pidana penganiayaan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas lengkap korban maupun pelaku, lokasi pasti kejadian, serta kronologi utuh dari peristiwa yang terekam dalam video tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan objektif guna memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban.















