MATTANEWS.CO, PALI – SKK Migas bersama PT Pertamina EP melalui PT BGP Indonesia kembali menggelar sosialisasi Seismik 3D Peony. Kali ini di Balai Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kamis (9/7/2026).
Puluhan warga Desa Sukamaju hadir. Turut hadir mewakili Bupati PALI, Asisten III Setda PALI Haryono, S.H., didampingi Kabag Perekonomian, perwakilan Kemhan, Kapolsek Talang Ubi, Danramil 404-03 Pendopo, Camat Talang Ubi, dan jajaran PT BGP Indonesia.
Dalam sambutannya, Haryono sampaikan Pemkab PALI dukung penuh proyek strategis nasional migas ini.
“Proyek ini diharapkan perkuat ketahanan energi nasional sekaligus beri manfaat ekonomi lewat peluang kerja,” ujarnya.
Ia juga menegaskan forum ini jadi ruang warga sampaikan langsung persoalan pelaksanaan Seismik 3D Peony, termasuk kompensasi lahan terdampak dan lintasan survei.
Kepala Desa (Kades) Sukamaju Rudini, M.Pd juga nyatakan dukungan.
“Pemdes memfasilitasi dan mendukung penuh. Kami harap sosialisasi ke-4 di PALI ini bisa minimalisir kendala dan beri pemahaman jelas ke masyarakat,” katanya.
Pada sesi dialog, warga sampaikan harapan agar nilai kompensasi ganti rugi tanam tumbuh dan pengeboran dinaikkan.
“Kami berharap pemerintah dan perusahaan menaikkan nilai ganti rugi. Harga di Pergub Sumsel Nomor 40 Tahun 2017 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang,” ungkap salah satu warga.
Humas PT BGP Indonesia, Pasti Barus menanggapi.
“Kami memahami nilai kompensasi saat ini dinilai sudah tidak relevan. Namun pelaksanaannya tetap mengacu pada regulasi yang berlaku,” kata Pasti Barus.
Menutup sosialisasi, Haryono sampaikan kabar baik. Pemkab PALI sudah ajukan usulan revisi Pergub Sumsel Nomor 40 Tahun 2017 ke Pemprov.
“Saat ini Bapak Bupati telah mengajukan usulan revisi Pergub tersebut. Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera menindaklanjuti, sehingga harapan masyarakat terkait penyesuaian nilai kompensasi dapat terwujud,” pungkasnya.














