BeritaBERITA TERKININUSANTARA

SPBU di Palem Raya Ogan Ilir Diduga Lakukan Penyimpangan Distribusi Solar Bersubsidi

×

SPBU di Palem Raya Ogan Ilir Diduga Lakukan Penyimpangan Distribusi Solar Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OGAN ILIR – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 24.306.100 yang berada di Jalan Lintas Indralaya–Palembang KM 28, Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diduga melakukan penyimpangan dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar.

Dugaan tersebut mencuat setelah adanya laporan masyarakat yang menyebut pihak SPBU diduga melayani pengisian berulang kali terhadap kendaraan yang sama dalam satu hari. Praktik itu disebut terjadi di tengah kelangkaan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite yang belakangan dikeluhkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, kendaraan yang mengisi Bio Solar di SPBU tersebut didominasi oleh truk-truk tertentu yang diduga berada dalam satu kelompok.

“Yang saya lihat setiap hari yang mengisi Bio Solar di SPBU Palem Raya itu hanya rombongan mereka. Kami sebagai warga terkadang tidak kebagian mengisi Solar, apalagi kendaraan dari luar daerah,” ujarnya.

Menurutnya, apabila antrean dipenuhi kendaraan di luar kelompok tersebut, pihak SPBU kerap menghentikan pelayanan dengan alasan stok Solar habis. Namun beberapa jam kemudian, pengisian kembali dibuka meski tidak terlihat adanya mobil tangki Pertamina yang melakukan pengiriman BBM ke SPBU tersebut.

Ia juga mengaku melihat kendaraan-kendaraan yang sama kembali menjadi antrean terdepan saat pelayanan dibuka kembali.

“Mobil-mobil itu selalu standby di sekitar SPBU, bahkan ada yang menginap. Jumlahnya puluhan unit dan diduga melakukan pengisian berulang kali. Kejadiannya sudah berlangsung bertahun-tahun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih Pemersatu Bangsa (MP2B) Kabupaten Ogan Ilir, Abdal Hasan, mengaku bersama sejumlah awak media telah melakukan investigasi selama tiga hari di lokasi.

“Hasil investigasi kami menemukan dugaan adanya penyimpangan dalam pendistribusian BBM bersubsidi. Dalam satu hari kami melihat dua unit truk Cold Diesel, yakni BG 6990 AJ dan BG 8942 DS, masing-masing melakukan pengisian hingga tiga kali,” ujar Abdal, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi yang dilakukan secara terstruktur dan masif.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap pengelola SPBU apabila ditemukan pelanggaran. Kami juga meminta Pertamina melakukan evaluasi, termasuk menghentikan sementara penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU tersebut jika terbukti terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak SPBU melalui petugas keamanan (security) mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pengisian berulang oleh kendaraan yang sama.

“Saya tidak mengetahui adanya mobil yang melakukan pengisian berulang kali dalam satu hari,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tian, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Nanti akan saya sampaikan kepada tim terkait untuk dilakukan pengecekan,” tulisnya.