PEMERINTAHANPENDIDIKAN

Buka Lomba Mewarnai HAN 2026, Nurwidayati Samaun Dahlan: Ini Pondasi Generasi Penerus Fakfak

×

Buka Lomba Mewarnai HAN 2026, Nurwidayati Samaun Dahlan: Ini Pondasi Generasi Penerus Fakfak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, membuka secara resmi lomba mewarnai tingkat anak usia dini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak, dengan melibatkan anak sekolah yang terdiri dari PAUD, TK dan Kelompok Belajar (KB) pada Distrik Pariwari, Distrik Fakfak dan Distrik Fakfak Tengah, yang berlangsung di Gedung Koni, Selasa (21/7/2026).

Dalam sambutannya, Nurwidayati Samaun Dahlan, menyampaikan bahwa dirinya sangat bahagia dan sangat mencintai anak anak di Kabupaten Fakfak, karena sebagai Bunda PAUD sudah menjadi kewajibannya.

“Pentingnya kolaborasi agar kedepan dibuat lagi kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat untuk anak-anak kita. Karena anak-anak Paud adalah pondasi generasi muda penerus yang akan membangun Kabupaten Fakfaka kedepannya,” ungkapnya.

Ia Menegaskan, PAUD jangan dipandang sebelah mata, selama ini mungkin banyak orang tua yang beranggapan bahwa sekolah di PAUD itu tidak penting. Namun justru di PAUD anak-anak bisa belajar dengan dasar-dasar pembelajaran seperti pengenalan huruf, pengenalan angka maupun warna, sehingga beranjak ke SD sudah tidak lagi bingung karna sudah mempunyai dasar.

“Paud adalah usia di mana anak-anak begitu gampang menyerap apa yang kita berikan dan apa yang dilihat akan diingat Betul. Usia ini sangat penting kita membekali anak-anak dengan hal-hal baik yang bermanfaat. Usia mereka saat ini adalah usia yang paling penting untuk menentukan masa depannya,” pungkasnya.

Nurwidayati, dikesempatan itu juga mengingatkan orang tua yang hadir mendampingi anak anaknya pada lombah tersebut agar mengawasi anak anaknya dengan tidak memberikan handphone kepada anak-anaknya karna tidak bermanfaat. Mereka hanya bisa main game dan hal hal yang tidak bermanfaat lainnya.

“Jangan dibebaskan anak” bermain Handphone karna itu tidak beguna,” pesannya.