BERITA TERKINIHEADLINEINFOTAINMENTSeni dan Budaya

Hari Puisi Indonesia

×

Hari Puisi Indonesia

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Edwin fast penggiat sastra Sumatera Selatan, kembali turun kejalan baca puisi, yang sebelumnya dia melakukan pada tahun 2016-2017 silam.

Tanggal 26 Juli 2026 kini bersama beberapa seniman lainnya mengakan kegiatan baca puisi karya Chairil anwar berjudul karawang bekasi, di Diponegoro dan karya – karya Puisi Edwin fast, Minggu (26/7/26) di Jalan balap sepeda (kampus) dan di taman.

Selain hari puisi Indonesa,pada tanggal 21 Maret, ada hari puisi Sedunia, jutaan orang memperingati Hari Puisi Sedunia sejak ditetapkan oleh UNESCO pada 1999.

“Peringatan Hari Puisi Nasional pada tanggal 28 April, bertepatan dengan hari wafatnya Chairil Anwar. Versi ini digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek bersama para sastrawan dalam Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia,” ujarnya.

Lanjut dia, pada tanggal 26 Juli 2026 ini bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar. Menjadi Hari puisi Indonesia. “Versi ini dideklarasikan oleh 40 penyair dari seluruh Indonesia pada 22 November 2012 di Anjungan Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau,” terang dia.

Apapun versinya, kedua-duanya menyatakan untuk mengenang karya dan kepeloporannya dalam puisi modern Indonesi yang lebih bebas dan ekspresif, dan menjadikan puisi memiliki peran penting dalam perjalanan sastra Indonesia.

Puisi telah menjadi ruang penting sebagai ekspresi manusia yang kuat, padat, dan sangat dalam untuk menggambarkan sikap atas realitas hidup dan kehidupan. Hal ini menjadi alasan kuat jika muncul pertanyaan, mengapa memilih puisi?.

Memilih puisi sebagai wahana ekspresi, maka terdapat pilihan ekspresi ruang publik, dalam menyampaikan pikiran – pikiran yang positif.Lewat kata menyampaikan rasa dan sikap atas segala sesuatu yang dialami, dirasakan, dilihat, baik sebagai diri maupun alam sekitar. Begitulah pembacaan Puisi oleh Edwin Fast, telah dilakukan di hari pertama minggu, 26 Juli 2026 di ruang publik.

“Hari berikutnya akan di lanjutkan pada tanggal, 27-29 Juli 2026 di Taman Wisata Kedatuan Sriwijaya, Muara Sungai Sekanak, di Trotoar Jalan Kapten A. Riva’I,” tuturnya.

Kegiatan merupakan ekspresi yang menggunakan ruang audio visual media sosial yang akan menjangkau tanpa batasan atau strata sosial, umur, pendidikan, tingkat wewenang atau apapun.

“Puisi merangkum semua realitas alam.Lewat puisi bicara sungai musi, agar tak terkotori oleh beragam limbah dari berbagai aktivitas industri dan rumah tangga. Lewat puisi bicara agar pohon terawat baik. Lewat puisi bicara beban pohon dan oksigen atas polusi industri dan ribuan kendaraan.Lewat puisi ada banyak hal lain yang bisa kita sampaikan,” tegasnya.

Tema kegiatan berjudul pembacaan Puisi ruang publik, mulai dari Taman Wisata Kedatuan Sriwijaya, Muara Sungai Sekanak, dan di beberapa titik lainnya. Kegiatan di gerakan oleh sanggar Seni Budaya Teater Alam Palembang.(*)