MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Percepatan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan antara Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel dan PT Hutama Karya (Persero) yang digelar di Kantor Hutama Karya Tol Palindra, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede tersebut turut dihadiri jajaran Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Ogan Ilir, serta manajemen PT Hutama Karya Regional Sumatera Bagian Selatan. Selain membahas progres pembangunan jalan tol, kedua pihak juga menyusun strategi pengelolaan lalu lintas menghadapi arus Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Dalam pemaparannya, PT Hutama Karya menjelaskan saat ini mengelola sejumlah ruas tol di wilayah Sumatera Bagian Selatan, yakni Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Tol Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), Tol Bengkulu–Taba Penanjung, serta terlibat dalam pembangunan ruas Betung–Jambi.
Data operasional Juli 2026 menunjukkan volume kendaraan masih didominasi kendaraan ringan. Tol Palindra mencatat rata-rata 9.439 kendaraan per hari, Tol Terpeka 9.370 kendaraan per hari, Tol Indraprabu 4.459 kendaraan per hari, sedangkan Tol Bengkulu–Taba Penanjung sekitar 1.914 kendaraan per hari.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah progres pembangunan Tol Palembang–Betung. Ruas yang mulai dikelola PT Hutama Karya sejak 2024 tersebut kini telah mencapai progres sekitar 93 persen untuk Seksi 1 dan Seksi 2 dengan panjang kurang lebih 55 kilometer.
PT Hutama Karya menargetkan ruas Tol Palembang–Betung sepanjang sekitar 69 kilometer dapat difungsikan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, dengan tetap memperhatikan kesiapan konstruksi dan aspek keselamatan operasional.
Meski progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif, sejumlah kendala masih menjadi perhatian. Di antaranya proses pembebasan 22 bidang lahan di kawasan Simpang Sebidang Pangkalan Balai yang belum rampung akibat belum tercapainya kesepakatan nilai ganti rugi. Selain itu, terdapat area rawa sepanjang sekitar 1,2 kilometer di STA 46 hingga STA 48 yang saat ini masih dalam tahap pemadatan menggunakan metode vacuum consolidation sebelum dilakukan pengaspalan yang ditargetkan pada November 2026.
Menghadapi potensi lonjakan kendaraan saat libur akhir tahun, Hutama Karya juga telah menyiapkan jalur fungsional sepanjang sekitar tiga kilometer yang menghubungkan Tanah Mas menuju Musi Landas. Jalur tersebut akan digunakan untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Nasional KM 17 dan pengoperasiannya dilakukan secara situasional berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian.
Selain itu, sejumlah personel operasional, kendaraan patroli, PJR, rescue hingga derek telah disiapkan guna mendukung pelayanan di ruas fungsional. Skema pengalihan arus di Gerbang Tol Kayu Agung juga telah dipersiapkan apabila antrean kendaraan mencapai 800 hingga 900 meter.
Dalam mendukung program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), PT Hutama Karya telah mengoperasikan lima unit Weigh-in-Motion (WIM) yang terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional. Sistem tersebut diproyeksikan mendukung penerapan kebijakan Zero ODOL yang direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2027.
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede menegaskan pembangunan jalan tol merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak agar dapat selesai sesuai target.
“Pembangunan infrastruktur jalan tol memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara kepolisian, PT Hutama Karya, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Robertho.
Menurutnya, Ditlantas Polda Sumsel akan terus memberikan dukungan melalui pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga koordinasi lintas sektor guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
“Persiapan sejak dini sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat Nataru. Melalui koordinasi yang baik, kami berharap seluruh skenario rekayasa lalu lintas dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan, Ditlantas Polda Sumsel bersama PT Hutama Karya akan memperkuat koordinasi dengan ATR/BPN dan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat penyelesaian pembebasan lahan yang masih tersisa. Selain itu, akan dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) yang melibatkan Polda Sumsel, Polres jajaran, dan seluruh stakeholder terkait sebagai simulasi penanganan arus lalu lintas selama periode Nataru.
Melalui kolaborasi yang semakin erat tersebut, pembangunan Tol Palembang–Betung diharapkan dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari peningkatan konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.














