MATTANEWS.CO, TOMOHON – Pemerintah Kabupaten Karo mulai menjajaki langkah untuk membawa Festival Bunga dan Buah Karo ke level yang lebih luas. Salah satu upaya dilakukan dengan mempelajari langsung penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., hadir dalam rangkaian TIFF 2026 yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Karo melihat secara langsung pengelolaan festival bunga yang telah berkembang menjadi agenda pariwisata berkelas internasional.
Karo dan Tomohon dinilai memiliki sejumlah kesamaan potensi, terutama dalam pengembangan pariwisata berbasis bunga, kekayaan budaya serta ekonomi kreatif. Kesamaan tersebut membuka peluang pertukaran pengalaman dan kerja sama antardaerah dalam mengembangkan event pariwisata.
Pada pembukaan TIFF 2026 di GOR Babe Palar, Jumat (7/8/2026), Antonius Ginting menyerahkan cendera mata khas Karo kepada Pemerintah Kota Tomohon. Cendera mata tersebut berupa kain adat Beka Buluh, Uis Nipes dan Kopi Karo.
Penyerahan tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus diplomasi budaya antara Kabupaten Karo dan Kota Tomohon.
Sehari kemudian, Sabtu (8/8/2026), Bupati Karo bersama anggota DPRD Kabupaten Karo serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo menyaksikan langsung Tournament of Flowers dan Tomohon Flower Carnaval.
Parade tersebut menampilkan Tarian Kabasaran dan 37 float display atau mobil hias. Kegiatan juga dihadiri sejumlah Duta Besar negara sahabat, perwakilan pemerintah pusat, DPR RI, DPD RI serta para pemangku kepentingan sektor pariwisata nasional.
Kehadiran perwakilan negara asing dalam festival tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Karo. Bagi pemerintah daerah, pengalaman Tomohon menunjukkan bahwa festival bunga tidak hanya dapat menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga mampu dikembangkan sebagai sarana promosi daerah, penggerak ekonomi kreatif dan ruang diplomasi.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Karo dalam mengembangkan Festival Bunga dan Buah Karo. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan, mulai dari konsep kegiatan, pengelolaan event, promosi hingga keterlibatan pelaku ekonomi kreatif.
Namun, upaya membawa festival tersebut ke level global tetap diarahkan agar tidak menghilangkan karakter dan identitas budaya Karo. Kekayaan adat, seni, produk pertanian, bunga dan buah khas Karo menjadi bagian yang diharapkan tetap menjadi kekuatan utama festival.
Kunjungan ke TIFF 2026 pun menjadi momentum bagi Pemkab Karo untuk melihat peluang baru bahwa festival daerah dapat berkembang melampaui agenda tahunan. Dengan pengelolaan yang konsisten dan jejaring yang lebih luas, Festival Bunga dan Buah Karo diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik pariwisata Sumatera Utara yang dikenal hingga tingkat internasional.














