MATTANEWS.CO, CIAMIS – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai menyasar pemanfaatan lahan tidur milik desa. Salah satunya dilakukan di Dusun Cigebot, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, dengan mengembangkan budidaya bawang merah.
Lahan seluas sekitar tiga hektare yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mulai diarahkan menjadi kawasan pertanian produktif. Sebagai tahap awal, satu hektare lahan digunakan sebagai pilot project penanaman bawang merah.
Program tersebut diinisiasi Kabag Dalpers Biro SDM Polda Jabar, AKBP H. Hidayatullah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Ciamis.
Pengembangan dilakukan bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Muktisari yang diketuai Arie Mirza serta melibatkan sekitar 30 petani setempat penanaman perdana berlangsung pada Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama atau MoU antara KDMP Muktisari dengan pihak off-taker bawang merah.
Sejumlah pihak turut memberikan dukungan terhadap program tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ape Ruswandana, SP dan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Ciamis Dadan Wiadi.
AKBP H. Hidayatullah mengatakan, pengembangan bawang merah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat desa agar mampu mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.
“Kita bekerja sama dengan Brebes. Benih yang digunakan merupakan varietas Bima dari Brebes. Nantinya akan kita olah dan kembangkan kembali di Ciamis,” ujar Hidayatullah saat ditemui wartawan, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, pengembangan bawang merah di Ciamis tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Dalam jangka panjang, pihaknya ingin mendorong lahirnya varietas benih yang dikembangkan sendiri di Kabupaten Ciamis.
Benih tersebut bahkan disiapkan untuk dikembangkan dengan nama Benih Mutiara Galuh.
“Harapannya kita akan melahirkan benih-benih baru dari Ciamis. Kita akan ciptakan benih bawang sendiri, sehingga ke depan Insyaallah Kabupaten Ciamis akan menjadi sentra bawang merah juga,” katanya.
Dari Hulu ke Hilir
Konsep pengembangan bawang merah tersebut dirancang tidak sebatas menghasilkan komoditas pertanian. Rantai usaha dari sektor hulu hingga hilir juga mulai dipersiapkan.
Hidayatullah menyebut, pihaknya tengah merancang pengembangan industri pengolahan bawang di wilayah Ciamis. Produk yang ditargetkan antara lain bawang goreng hingga minyak bawang.
“Kita sudah mengonsep, mudah-mudahan dilancarkan Allah. Kita akan bangun pabrik bawang, bawang goreng maupun minyak bawang di kawasan Ciamis,” ungkapnya.
Jika pilot project seluas satu hektare tersebut berjalan sesuai harapan, pengembangan budidaya bawang merah ditargetkan dapat diperluas hingga mencapai sekitar 50 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.
Selain menjadi kawasan produksi, Kelompok Tani Muktisari juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi bagi kelompok tani lainnya. Petani dari wilayah lain nantinya dapat belajar mengenai teknik budidaya, pengembangan benih hingga pengelolaan hasil panen bawang merah.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Dengan langkah ini, Ciamis yang selama ini dikenal sebagai konsumen bawang, diharapkan bisa bertransformasi menjadi produsen dan sentra bawang merah baru di Jawa Barat,” pungkas Hidayatullah.














