MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Batanghari membuahkan hasil. Personel gabungan menemukan titik api saat melakukan patroli dan langsung melakukan pemadaman sebelum api berpotensi meluas.
Titik api ditemukan personel Satuan Brimob Polda Jambi yang tergabung dalam Posko Terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi saat melaksanakan patroli di wilayah Posko 06 Sridadi, kawasan Tahura Batanghari, Selasa (25/8/2026).
Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memantau kondisi wilayah rawan sekaligus memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani.
Begitu menemukan titik api, personel langsung bergerak melakukan pemadaman. Respons cepat dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari Yonif 142, Satuan Brimob Polda Jambi, dan BPBD Provinsi Jambi, dengan dukungan petugas pengamanan hutan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Berkat koordinasi dan respons cepat di lapangan, titik api tersebut berhasil dikendalikan.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, patroli dan penanganan langsung terhadap setiap temuan titik api merupakan bagian penting dari strategi pencegahan Karhutla.
“Personel di lapangan terus kami dorong untuk meningkatkan patroli, pemantauan, dan ground checking terhadap setiap informasi maupun temuan titik api. Ketika ditemukan adanya api, harus segera dilakukan penanganan agar tidak berkembang dan meluas,” ujar Erlan.
Menurutnya, pengendalian Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, dan sinergi lintas sektor. Karena itu, Polda Jambi bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus memperkuat koordinasi, khususnya di wilayah yang memiliki potensi Karhutla.
“Sinergi dan respons cepat menjadi kunci dalam pencegahan Karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Selain patroli, personel gabungan juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap kawasan yang dinilai rawan. Setiap informasi maupun temuan titik api menjadi perhatian untuk segera dilakukan pengecekan dan penanganan.
Polda Jambi turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.
“Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan Karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan sehingga dapat dilakukan pengecekan dan penanganan secepat mungkin,” tutup Erlan.
Penemuan dan pemadaman titik api secara cepat di kawasan Tahura Batanghari menjadi salah satu contoh pentingnya patroli dan deteksi dini dalam pengendalian Karhutla.
Sinergi personel gabungan di lapangan diharapkan terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin, sekaligus melindungi kawasan hutan, lingkungan, dan masyarakat dari dampak Karhutla.














