BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Kodim 1206 Putussibau Terjang Medan Ekstrem Diujung TNDS Demi Bor Sumur Lawan Karhutla

×

Kodim 1206 Putussibau Terjang Medan Ekstrem Diujung TNDS Demi Bor Sumur Lawan Karhutla

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Di tengah terik dan ancaman asap, denting mesin bor memecah sunyi di ujung Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Itulah suara perjuangan.

Menindaklanjuti instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan, Kodim 1206 Putussibau menerjunkan prajuritnya ke titik paling rawan.

Selama 2 hari, 27–28 Agustus 2026, tim gabungan bekerja tanpa kenal lelah membangun sumur bor di wilayah Lanjak, Kecamatan Batang Lupar.

Ini bukan sekadar pengeboran. Ini adalah pertaruhan. Pertaruhan untuk menyelamatkan TNDS, paru-paru Kalimantan, dari amukan api.

Perjalanan menuju lokasi bukanlah perjalanan biasa. Titik hotspot berada di ujung kawasan danau. Medan berat, ekstrem, dan memeras tenaga.

Setiap langkah prajurit, setiap tetes keringat, dibayar dengan risiko. Namun perintah negara tidak bisa ditawar.

Sebelum bergerak, digelar apel persiapan. Suasana khidmat. Kepala TNDS dan Letda Inf Abdias Hingaan selaku PaSandi Kodim 1206/Psb sekaligus Dansatgas berdiri di depan barisan. Arahan tegas dan semangat membakar dada seluruh personel.

“Kita kesini bukan untuk mundur. Kita kesini untuk memastikan TNDS tidak terbakar. Air adalah senjata kita melawan api,” tegas Letda Inf Abdias Hingaan saat memberikan arahan kepada pasukan gabungan.

Pembuatan sumur bor ini adalah bukti nyata sinergi. Tidak ada ego sektoral. Tidak ada batas institusi.

Yang ada hanya satu tujuan Padamkan api sebelum ia membesar.

Terlibat dalam operasi ini Koramil 1206-03/Batang Lupar, Personel Polisi Kehutanan (Polhut) Pengelola TNDS, Manggala Agni – pasukan elit pemadam hutan, Polsek Batang Lupar, Personel Yonif 644/Walet Sakti (Wls), unsur Forkopimcam Batang Lupar

Turut hadir di lokasi Camat Batang Lupar, Ketua TNDS Kapuas Hulu, dan Danramil Batang Lupar. Mereka melihat langsung bagaimana para prajurit dan petugas kehutanan bahu-membahu di tengah alam liar.

Mengapa harus sumur bor? Karena saat api datang, detik adalah nyawa.

Menurut Letda Inf Abdias Hingaan, sumur bor ini dibangun sebagai sumber air strategis di titik hotspot.

“Dengan adanya sumur bor ini, kita memotong rantai waktu. Pemadaman bisa dilakukan cepat, efektif, dan mencegah api meluas ke jantung TNDS. Ini bentuk kesiapsiagaan kita menindaklanjuti perintah Bapak Presiden,” jelasnya.

TNDS bukan hutan biasa. Ia adalah rumah bagi ribuan spesies, rumah bagi masyarakat adat, dan benteng ekologis Kapuas Hulu.

“Jika terbakar, dampaknya bukan hanya lokal. Asapnya bisa melumpuhkan, “tegasnya.

Ia katakan di bawah terik matahari dan tantangan alam, kekompakan menjadi senjata utama. TNI, Polri, Polhut, Manggala Agni, dan pemerintah kecamatan menyatu dalam satu barisan.

“Kegiatan ini adalah pesan jelas dari Kapuas Hulu untuk Jakarta Instruksi Presiden telah kami laksanakan. Ini juga bentuk komitmen Kodim 1206 Putussibau bahwa TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menjaga lingkungan. Menjaga masa depan, “pungkasnya mengakhiri. (*)

Penulis: Bayu
Editor: Riki Okta Putra