BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Muktamar ke-35 NU di Jombang, DPC PKB Tulungagung: Jaga Marwah, Perkuat Khidmah untuk Bangsa

×

Muktamar ke-35 NU di Jombang, DPC PKB Tulungagung: Jaga Marwah, Perkuat Khidmah untuk Bangsa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi penegasan pentingnya menjaga martabat kelembagaan sekaligus memperluas pengabdian NU bagi kemaslahatan bangsa.

Sekretaris DPC PKB Tulungagung, H. Khamim, S.E., mengatakan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 bukan sekadar forum organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen NU dalam merawat marwah kelembagaan dan meningkatkan kualitas khidmah kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Khamim melalui keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026) siang.

Menurut Khamim, semangat tersebut sejalan dengan tema resmi Muktamar ke-35 NU 2026, yakni “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

“Tema ini menunjukkan komitmen NU untuk merawat martabat kelembagaan sebagai fondasi, sekaligus memperluas ragam dan mutu pengabdian agar kemaslahatan nyata dapat dirasakan bangsa,” ujar Khamim.

Dibuka Presiden Prabowo

Khamim menyebut Muktamar ke-35 NU dibuka secara resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kehadiran Presiden, menurutnya, sekaligus menunjukkan besarnya posisi NU dalam perjalanan kehidupan kebangsaan Indonesia.

Muktamar tersebut diikuti jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Peserta berasal dari 38 pengurus wilayah, lebih dari 550 pengurus cabang, serta 33 pengurus cabang istimewa NU,” katanya.

Besarnya keterwakilan peserta tersebut memperlihatkan bahwa Muktamar ke-35 menjadi forum strategis untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Prabowo Tegaskan Jasa Besar NU

Dalam momentum pembukaan Muktamar, Presiden Prabowo Subianto, kata Khamim, menegaskan bahwa NU merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Bapak Presiden Prabowo selaku Kepala Negara menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjalanan dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tutur Khamim.

Bagi Khamim, penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan NU tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang Indonesia. Karena itu, menjaga marwah organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, tantangan ke depan membutuhkan organisasi keagamaan yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan manfaat konkret bagi masyarakat.

Muktamar ke-35 NU di Jombang pun diharapkan menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran tersebut. Semangat menjaga marwah harus diwujudkan melalui khidmah yang semakin luas, berkualitas, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU tidak berhenti sebagai agenda lima tahunan organisasi, tetapi menjadi titik penguatan komitmen untuk menjaga kehormatan kelembagaan sekaligus memperbesar kontribusi NU bagi kemaslahatan bangsa.

Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Riki Okta Putra