MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pagi itu halaman Mapolres Kapuas Hulu terasa berbeda. Selasa, 1 September 2026, barisan personel berdiri lebih tegak. Sorot mata mereka tidak hanya penuh disiplin, tapi juga haru.
Hari ini Polres Kapuas Hulu melepas salah satu pengabdiannya menuju masa purna bhakti melalui Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.H., CBA.
Turut hadir Wakapolres, Para Pejabat Utama, dan seluruh personel Polres Kapuas Hulu. Semua hadir bukan hanya sebagai peserta upacara, tapi sebagai saksi sejarah pengabdian seorang Bhayangkara.
Sosok yang dikukuhkan hari itu adalah KOMPOL Rajiman. 33 tahun. Angka yang tidak main-main.
Dari seorang Bintara muda hingga menyandang pangkat Komisaris Polisi. Dari hutan-hutan Kapuas Hulu, pos-pos terpencil, hingga ruang kerja di Mapolres. Semua dilalui dengan keringat, loyalitas, dan pengorbanan.
Kenaikan pangkat pengabdian ini adalah bentuk penghargaan tertinggi institusi kepada personel yang akan memasuki masa purna bhakti. Penghargaan atas dedikasi yang tidak bisa diukur dengan materi.
Di hadapan seluruh pasukan, AKBP Wisnu Perdana Putra menyampaikan amanat dengan nada berwibawa namun penuh haru.
“Kegiatan ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa akan ada masanya mencapai garis Finish, yaitu purna bhakti pada kedinasan, namun bukan akhir pengabdian,” ucap Kapolres Wisnu.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada KOMPOL Rajiman yang telah mengabdi selama 33 tahun sebagai anggota Polri.
“Terima kasih atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Bapak telah menjadi bagian dari sejarah Polres Kapuas Hulu,” lanjutnya.
Kapolres tidak berhenti di apresiasi. Ia menjadikan momen ini sebagai pelajaran bagi seluruh personel.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Beliau mampu melayani dan menjadi tauladan masyarakat itu karena memang dedikasinya sebagai anggota Polri,” tegas AKBP Wisnu.
Menurutnya, seorang polisi tidak akan dikenang karena pangkatnya. Tapi karena berapa banyak nyawa yang ditolong, berapa banyak masalah yang diselesaikan, dan berapa banyak hati yang disentuh.
Dan KOMPOL Rajiman, menurut Kapolres, telah melakukan semuanya itu.
Usai upacara, suasana berubah. Formalitas selesai, kekeluargaan dimulai.
Satu persatu personel maju. Ada yang memberi hormat terakhir. Ada yang bersalaman erat. Ada yang memeluk.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan ucapan selamat dari seluruh personel. Tawa, cerita lama, dan doa mengiringi pelepasan ini.
“Semoga semangat pengabdian KOMPOL Rajiman terus hidup di dada setiap personel. Melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat sampai titik darah penghabisan,” tutup Kapolres Wisnu.














