BERITA TERKINIHEADLINESPORT

Gagal Pertahankan Keunggulan, Sumsel United Petik Pelajaran dari Laga Terakhir TC di Jogja

×

Gagal Pertahankan Keunggulan, Sumsel United Petik Pelajaran dari Laga Terakhir TC di Jogja

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sumsel United harus puas bermain imbang 2-2 saat melakoni laga penutup rangkaian pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta. Menghadapi Persekabpas Pasuruan, Laskar Juaro sempat tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan pada babak kedua.

Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Yogya Independen School, Rabu (2/9/2026) sore, menjadi laga terakhir Sumsel United selama menjalani TC di Yogyakarta sebelum kembali ke Palembang.

Hasil imbang ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih, terutama terkait konsentrasi pemain hingga menit-menit akhir pertandingan.

Sumsel United lebih dulu kebobolan pada babak pertama. Namun, memasuki babak kedua, Arif Satria dan kawan-kawan mampu meningkatkan intensitas permainan dan membalikkan keadaan.

Gol penyama kedudukan Laskar Juaro lahir melalui eksekusi penalti Tegar Pangestu pada menit ke-60. Penalti diberikan setelah Tomi Darmawan dijatuhkan pemain Persekabpas di dalam kotak terlarang.

Tegar kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol kedua Sumsel United melalui tendangan melengkung yang indah. Gol tersebut sempat membuat Laskar Juaro berada di atas angin dengan keunggulan 2-1.

Sayangnya, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang. Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, konsentrasi pemain Sumsel United menurun dan dimanfaatkan dengan baik oleh Persekabpas.

Otavio Dutra berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Asisten pelatih Sumsel United, Mahyadi Panggabean, menilai pertandingan tersebut memberikan gambaran penting bagi tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Laga ini cukup penting bagi kita karena lawan yang dihadapi juga sangat kompetitif. Meski berasal dari Liga 3, materi pemain mereka sangat baik dan dihuni pemain yang berpengalaman,” kata Mahyadi usai pertandingan.

Menurut Mahyadi, salah satu hal positif yang terlihat adalah respons pemain setelah tampil kurang maksimal pada babak pertama.

“Kami senang dengan respons seluruh tim. Setelah bermain kurang lepas di babak pertama, semuanya mau bangkit dan bekerja lebih keras di 45 menit kedua,” ujarnya.

Ia menyebut comeback yang dilakukan pemain menjadi modal positif. Namun, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi bergulir.

“Memang ada beberapa catatan yang akan menjadi fokus kita di sisa 10 hari jelang kompetisi bergulir,” jelas Mahyadi.

“Kami melihat evaluasinya positif dan para pemain juga terus memahami taktik serta strategi yang kita inginkan,” sambungnya.

Mahyadi menegaskan, hasil imbang tersebut tidak semata-mata dilihat dari skor akhir. Menurutnya, pertandingan ini menjadi simulasi penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim menghadapi kompetisi sesungguhnya.

Sementara itu, asisten pelatih lainnya, Tony Sucipto, juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan tim selama menjalani TC di Yogyakarta.

Eks pemain Timnas Indonesia itu mengaku cukup puas dengan penampilan Arif Satria dan kawan-kawan sepanjang rangkaian TC.

“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan penampilan anak-anak selama TC di Jogja ini,” kata Tony.

Namun, ia menyoroti persoalan konsentrasi yang menjadi penyebab Sumsel United gagal mempertahankan keunggulan pada laga terakhir.

“Di laga melawan Persekabpas sore ini, mereka sudah bermain baik dan mampu berbalik unggul setelah tertinggal lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Tony, situasi tersebut seharusnya bisa menjadi momentum bagi pemain untuk menjaga fokus sampai pertandingan benar-benar berakhir.

“Namun sepakbola dimainkan selama 90 menit. Tadi saat laga tinggal beberapa menit lagi, mereka kehilangan konsentrasi dan berhasil dimanfaatkan lawan dengan baik,” tegasnya.

Tony memastikan catatan tersebut akan menjadi salah satu perhatian utama tim pelatih setelah kembali ke Palembang.

“Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang lagi saat kompetisi nanti,” katanya.

Dalam laga tersebut, Sumsel United tidak didampingi pelatih kepala M Nasuha. Sang pelatih harus mengikuti kegiatan Laws of the Game (LOTG) yang diselenggarakan ILeague di Jakarta.

Posisi di pinggir lapangan kemudian diisi duo asisten, Tony Sucipto dan Mahyadi Panggabean.

Selain itu, dua pemain asing Sumsel United, Gilberto Carrara dan Hibiki Mochizuki, juga belum diturunkan sejak menit awal. Keduanya masih menjalani proses pemulihan akibat cedera ringan.

Dengan berakhirnya laga kontra Persekabpas, rangkaian TC Sumsel United di Yogyakarta resmi ditutup. Tim selanjutnya akan kembali ke Palembang untuk menjalani persiapan akhir.

Waktu sekitar 10 hari yang tersisa sebelum kompetisi resmi bergulir akan dimanfaatkan tim pelatih untuk membenahi sejumlah kekurangan, terutama menjaga konsentrasi, meningkatkan konsistensi permainan, serta mematangkan penerapan taktik dan strategi.

Hasil 2-2 di laga terakhir TC pun menjadi pengingat bagi Laskar Juaro bahwa pertandingan tidak boleh dianggap selesai sebelum wasit meniup peluit panjang.

Penulis: M. Iqbal
Editor: Redaksi