BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Operasi Bawah Tanah, Kodim 1206/Psb dan Yonzipur 6/Satya Digdaya Bekali Prajurit Teknologi Geolistrik Lawan Krisis Air

×

Operasi Bawah Tanah, Kodim 1206/Psb dan Yonzipur 6/Satya Digdaya Bekali Prajurit Teknologi Geolistrik Lawan Krisis Air

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Saat kemarau mulai menghisap sumber air warga, para prajurit Kodim 1206/Putussibau justru masuk lebih dalam. Bukan ke hutan, tapi ke perut bumi.

Di Makodim 1206/Psb, Jl. Piere Tendean, Rabu pagi, suasana berbeda. Para prajurit tidak latihan menembak. Mereka belajar membaca tanah dengan alat geolistrik.

Pembekalan ini diberikan langsung oleh personel ahli dari Yonzipur 6/Satya Digdaya. Tujuannya memastikan setiap sumur bor yang dibangun benar-benar mengeluarkan air.

Selama ini banyak sumur bor gagal karena salah titik. Kini Kodim 1206 tidak mau lagi mengandalkan feeling.

Pasiter Kodim 1206/Putussibau, Kapten Arm. Supratno menegaskan pelatihan ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Pembekalan ini sangat bermanfaat bagi personel Kodim 1206/Putussibau. Dengan memahami metode geolistrik, kita dapat melakukan survei awal secara lebih terukur sebelum menentukan titik pengeboran sumur bor,” ungkap Kapten Supratno.

Artinya, sebelum mata bor berputar dan anggaran keluar, prajurit sudah bisa memetakan di mana air berada.

Dalam sehari, anggota Kodim 1206 dibekali kemampuan yang biasanya hanya dimiliki tim ahli:

1. Prinsip Kerja Geolistrik
Memahami cara alat mendeteksi lapisan tanah lewat tahanan jenis. Semakin rendah tahanannya, semakin besar potensi ada air.
2. Teknik Survei Lapangan
Mulai dari menancapkan elektroda, menarik kabel, sampai mengambil data di medan terjal.
3. Membaca Data
Menganalisis grafik hasil ukur untuk menentukan kedalaman dan potensi akuifer.

“Pemanfaatan geolistrik menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan risiko dalam proses pengeboran. Data hasil survei dapat memberikan gambaran kondisi geologi bawah permukaan serta membantu menentukan lokasi dan kedalaman yang berpotensi memiliki sumber air,” jelas Kapten Supratno.

Pelatihan ini adalah bentuk nyata sinergi TNI AD. Yonzipur 6 menurunkan ahlinya, Kodim 1206 yang turun ke desa-desa yang jadi eksekutornya.

Di Kapuas Hulu, banyak desa binaan masih bergantung pada sungai dan tadah hujan. Saat kemarau tiba, krisis air jadi ancaman nyata.

“Pembekalan dari Yonzipur 6/Satya Digdaya ini sekaligus menjadi investasi kemampuan bagi prajurit di lapangan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, diharapkan personel Kodim 1206/Putussibau mampu berkontribusi lebih optimal dalam membantu menemukan sumber air yang potensial,” tegas Kapten Arm. Supratno.

Menutup kegiatan, Kapten Supratno menyampaikan pesan yang sederhana tapi kuat.

“Kodim 1206 Putussibau terus memperkuat kemampuan guna menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah binaan. Dari prajurit untuk rakyat, dari teknologi untuk kemanfaatan.”tutup Pasiter Kapten Arm. Supratno. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra