MATTANEWS.CO, MALANG — Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan kunjungan studi ke Universitas Negeri Malang (UM) untuk memperdalam strategi transformasi kelembagaan dan penguatan tata kelola perguruan tinggi. Kunjungan tersebut secara khusus membahas penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) serta penerapan cascading Indikator Kinerja Utama (IKU), Jumat (4/9/2026).
Rombongan UBT dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Rukisah Saleh, S.Pi., M.P., Ph.D. Kehadiran rombongan disambut Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., bersama jajaran terkait.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk bertukar pengalaman mengenai pengembangan institusi, sekaligus memperkuat kemitraan yang telah terjalin antara UBT dan UM.
Kedua perguruan tinggi membahas bagaimana arah strategis universitas dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, indikator kinerja, hingga program kerja di setiap jenjang organisasi.
Dalam paparannya, Prof. Munjin menjelaskan perjalanan transformasi UM setelah ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada 2021.
Perubahan status kelembagaan tersebut mendorong UM membangun tata kelola yang lebih adaptif dengan memperkuat riset, inovasi, serta kerja sama strategis sebagai bagian dari pengembangan institusi.
“UM memiliki hubungan kerja sama yang panjang dengan UBT. Melalui pertemuan ini, kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin kuat, terutama melalui pertukaran pengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan perguruan tinggi,” ujar Prof Munjin.
Pada sesi teknis perencanaan, UM memaparkan pengalaman dalam menyusun RIP 2022–2024 yang dirancang melalui sejumlah tahapan pengembangan, mulai dari konsolidasi, transformasi, hingga stabilisasi.
Setiap tahapan dilengkapi target dan indikator sebagai instrumen pengendalian sekaligus acuan bagi unit kerja dalam menjalankan agenda pengembangan universitas.
Penguatan perencanaan tersebut kemudian diterapkan melalui mekanisme cascading IKU. Target kinerja universitas diturunkan secara berjenjang ke tingkat fakultas hingga departemen dan diperkuat dengan Indikator Kinerja Tambahan (IKT). Skema ini memastikan setiap unit memiliki kontribusi yang terukur serta tetap berada dalam koridor arah strategis universitas.
Selain aspek tata kelola, UM juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan orientasi kelembagaan dari Teaching University menuju Research University. Transformasi tersebut diperkuat melalui tagline “Excellent in Learning Innovation” serta kebijakan peningkatan indikator berbasis riset yang mencapai 60 persen.
Bagi UBT, pertukaran pengalaman tersebut memberikan referensi dalam membangun sistem perencanaan dan tata kelola yang mampu menjembatani visi institusi dengan kinerja organisasi. Diskusi juga membuka peluang penguatan kerja sama kedua perguruan tinggi, khususnya dalam bidang akademik, riset, serta pengembangan tata kelola perguruan tinggi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata secara simbolis oleh Wakil Rektor IV UM Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih kepada Wakil Rektor UBT Rukisah Saleh. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan silaturahmi sekaligus komitmen untuk menjaga dan mengembangkan kemitraan antarkedua institusi.
Kolaborasi UBT dan UM menunjukkan bahwa penguatan kualitas perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada kapasitas internal, tetapi juga pada keterbukaan untuk berbagi praktik baik dan membangun jejaring kelembagaan.
Langkah tersebut sekaligus selaras dengan semangat SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan mutu tata kelola serta kolaborasi antar lembaga pendidikan tinggi.Jika diinginkan, saya juga bisa membuatkan 3–5 alternatif judul yang lebih tajam dan bernuansa headline media nasional.














