BERITA TERKINIHEADLINEPEMKOT PALEMBANGPEMPROV SUMSEL

Raih Bhakti Adipustaka 2026, Bunda Literasi Palembang Tekankan Pentingnya Budaya Baca Sejak Dini

×

Raih Bhakti Adipustaka 2026, Bunda Literasi Palembang Tekankan Pentingnya Budaya Baca Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Upaya mendorong budaya literasi sejak usia dini terus menjadi perhatian Bunda Literasi Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani. Komitmen tersebut turut mengantarkannya meraih penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2026 kategori Tokoh Masyarakat Penggiat Literasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam rangkaian Festival Literasi Provinsi Sumsel di The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9/2026).

Dewi Sastrani mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus memperluas gerakan literasi di Kota Palembang. Ia menilai penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan bentuk apresiasi terhadap gerakan literasi yang terus dibangun bersama.

“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bergerak memajukan literasi di Kota Palembang,” ujar Dewi usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penguatan budaya literasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh kelompok masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus mendapatkan perhatian sejak berada di lingkungan pendidikan usia dini.

“Literasi ini harus kita mulai dari usia dini. Jangan menunggu anak-anak besar baru kita tanamkan minat membaca,” katanya.

Dewi mengatakan kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak kecil diharapkan dapat berkembang menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan yang mendorong anak-anak untuk dekat dengan buku akan terus digencarkan.

“Kalau minat baca sudah tumbuh sejak anak-anak, Insyaallah membaca akan menjadi kebiasaan mereka,” ujarnya.

Ia juga menilai masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa literasi bukan hanya persoalan membaca buku. Lebih jauh, literasi dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan dan memudahkan mereka dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kita ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa literasi itu bukan sesuatu yang sulit. Justru dengan literasi, banyak hal dalam kehidupan menjadi lebih mudah,” ungkapnya.

Dewi menambahkan, program literasi ke depan akan diarahkan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, mulai dari anak-anak usia PAUD hingga masyarakat umum.

“Kita akan terus memperkuat program-program literasi yang bisa menyentuh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap dukungan berbagai pihak terhadap gerakan literasi semakin kuat sehingga budaya membaca dapat tumbuh tidak hanya di sekolah maupun perpustakaan, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Budaya membaca harus menjadi gerakan bersama. Tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau penggiat literasi saja,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru memberikan apresiasi terhadap para tokoh dan penggiat literasi yang selama ini konsisten mengajak masyarakat meningkatkan budaya membaca.

Menurut Herman Deru, keberadaan para penggerak literasi memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Sumsel.

“Fondasi kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” kata Herman Deru.

Ia menilai masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca akan memiliki wawasan lebih luas dan lebih siap menghadapi berbagai perubahan.

“Orang yang gemar membaca tentu akan memiliki wawasan yang lebih luas. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” ujarnya.

Namun, Herman Deru menekankan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui literasi tidak boleh berhenti sebagai informasi semata. Pengetahuan tersebut harus diolah menjadi kecerdasan dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Pengetahuan itu harus kita transformasikan menjadi kecerdasan, kemudian menjadi kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat dan penggiat literasi yang mampu menggerakkan budaya baca hingga ke tingkat paling bawah.

“Peran tokoh masyarakat dan para penggiat literasi sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran membaca di tengah masyarakat,” kata Herman Deru.

Penghargaan Bhakti Adipustaka 2026 yang diterima Dewi Sastrani pun diharapkan menjadi pemacu bagi penguatan gerakan literasi di Palembang, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Penulis: M. Iqbal
Editor: Anang