BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Karhutla Capai 2,3 Ribu Hektare, Suaka Margasatwa di Padang Sugihan Memprihatinkan

×

Karhutla Capai 2,3 Ribu Hektare, Suaka Margasatwa di Padang Sugihan Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus berkobar hingga menghawatirkan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dari citra satelit per 6 September 2026, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 2.300 hektare atau sekitar 2,6 persen dari total kawasan konservasi seluas 88 ribu hektare.

Karhutla di kawasan konservasi tersebut mulai terdeteksi sejak 26 Agustus 2026. Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya memadamkan api yang tersisa di sekitar 90 hektare lahan yang terbakar.

Pemadaman difokuskan di dua lokasi posko, yakni Posko Tambatan dan Posko Penyambungan Jalur Tujuh. Sejumlah personel dari berbagai instansi diterjunkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Satgas mengerahkan empat regu Manggala Agni yang terdiri dari satu regu Banyuasin, satu regu Kota Jambi, dan dua regu Daops OKI, serta anggota TNI. Selain itu, upaya pemadaman juga didukung lima personel Taman Nasional Ujung Kulon, lima personel Taman Nasional Bukit Duabelas, 35 personel BKSDA Sumatera Selatan, serta 21 personel Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, mengatakan kondisi lahan gambut yang sangat kering menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan api mudah menyebar di kawasan tersebut.

“Kalau di lingkungan SM Padang Sugihan memang ada titik api yang menyala mendekati areal PKG Jalur 21 sehingga tim gabungan masih berjibaku siang dan malam memadamkan api yang ada di situ. Posisi titik api sudah mendekati 1 kilometer, kondisi di sana masih berkabut asap, visibilitas kurang lebih 1 kilometer,” ujarnya.

Menurut Daniwari, upaya pemadaman di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan yang sulit dijangkau hingga kondisi angin yang cukup kencang sehingga api mudah merambat ke area lain.

Selain pemadaman darat, satgas juga mengoperasikan satu unit helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman dari udara. Hingga kini, helikopter tersebut telah melakukan 175 kali penerbangan guna menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran.

Karhutla yang terjadi juga berdampak terhadap satwa liar yang hidup di kawasan konservasi tersebut. Petugas menemukan tiga ekor trenggiling di Jalur Tujuh yang terdiri dari dua trenggiling dewasa dan satu anakan. Selain itu, seekor ular ditemukan dalam kondisi mati akibat terbakar di lokasi kebakaran.

“Untuk gajahnya sendiri aman, kami pindahkan menjauh dari titik api ke arah barat. Untuk korban dampak Karhutla ini tidak ada, hanya saja petugas ada yang mengalami batuk dan flu lantaran sering terpapar asap. Kami juga menyiapkan tim medis untuk menangani kondisi tersebut. Untuk satwa lain, kami menemukan yang mati di areal lain, yakni tiga ekor trenggiling, satu ekor ular cobra dan dua ekor ular piton,” tandasnya.

Penulis: Parno
Editor: Selfy