MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Menurutnya, penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait lainnya.
“Bersama-sama kita bersinergi, seluruh pihak, mulai dari desa, kecamatan dan instansi lainnya dalam penanggulangan bencana karhutla di Kapuas Hulu,” ujar Fransiskus Diaan.
Ia menjelaskan, Kapuas Hulu memperoleh dukungan anggaran untuk penanggulangan bencana karhutla yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan prasarana (sarpras), termasuk kendaraan pemadam kebakaran dan mobil tangki.
Bantuan tersebut direncanakan dibagi berdasarkan daerah pemilihan (dapil) agar dukungan penanganan karhutla dapat menjangkau wilayah secara lebih merata.
“Bantuannya berupa anggaran yang masuk ke dalam kas daerah. Petunjuk teknisnya sudah ada, termasuk apa saja yang boleh dan tidak boleh dibeli dari anggaran tersebut,” jelasnya.
Total dukungan anggaran tersebut mencapai sekitar Rp20 miliar. Selain kendaraan dan sarpras pendukung, pemerintah juga mengupayakan setiap kecamatan memiliki sedikitnya satu unit mesin Robin lengkap dengan selang untuk mendukung respons cepat terhadap kejadian kebakaran.
“Setiap kecamatan kita upayakan ada satu Robin lengkap dengan selangnya. Kemudian juga APD untuk personel pemadam kebakaran,” katanya.
Fransiskus Diaan menambahkan, anggaran tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengadaan sarpras, tetapi juga mendukung kebutuhan operasional dalam penanggulangan karhutla. Dukungan operasional juga dapat memperkuat keterlibatan berbagai instansi yang selama ini bersama-sama menangani bencana karhutla.
“Kegunaan uang ini juga untuk pembiayaan operasional, termasuk bagi instansi lain yang bekerja sama dalam penanggulangan bencana karhutla. Jadi ada kebersamaan dalam penanganannya,” ujarnya.
Ia berharap dukungan anggaran dan sarpras tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah beserta seluruh unsur terkait. Dengan dukungan personel dan peralatan yang lebih memadai, respons terhadap potensi karhutla di Kapuas Hulu diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
“Terkait Personel kita cepat siapkan,” pungkasnya mengakhiri. (*)














