MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU –
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu benar-benar sedang menunjukkan taringnya! Belum selesai kehebohan sidak di PT Buana Tunas Sejahtera (BTS), kini giliran dua perusahaan perkebunan raksasa lainnya yang kena “sikat” habis oleh tim Penilaian Usaha Perkebunan (PUP).
Adalah PT Sentrakarya Manunggal (SKM) dan PT Kapuasindo Palm Industry (KPI) yang kali ini menjadi sasaran operasi besar-besaran yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bidang Perkebunan.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perkebunan yang dikenal tegas, Pido Castro, bersama tim penilai ini bukan sekadar datang, foto, dan pulang. Mereka benar-benar membedah jeroan perusahaan, dari gudang pupuk yang berdebu hingga menara api yang menjulang tinggi!
*SASARAN PERTAMA: PT SENTRAKARYA MANUNGGAL (SKM) – SEMUA DISISIR!*
Di PT SKM, suasana sempat mencekam. Kedatangan tim PUP membuat manajemen dan Satgas Karhutla siaga penuh. Satu per satu fasilitas vital perusahaan diperiksa tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Pertama, Gudang Pupuk dan Gudang Sapras Karhutla. Tim masuk dan memeriksa langsung stok, cara penyimpanan, dan kelengkapan sarana produksi. Apakah pupuk disimpan sesuai standar keamanan. Apakah alat pemadam sudah lengkap dan tidak berkarat karena tak pernah dipakai? Semua dicatat detail.
Kedua, Menara Api. Inilah mata elang perusahaan. Tim PUP tidak ragu memanjat dan memeriksa menara api sebagai fasilitas deteksi dini Karhutla. Di tengah ancaman musim kemarau dan kabut asap yang menghantui Kalimantan, fungsi menara api adalah nyawa. Jika menara ini buta, maka api bisa merajalela tanpa terdeteksi!
Ketiga, Apel Kesiapsiagaan Satgas Karhutla. Inilah momen paling dramatis. Di bawah terik matahari, puluhan personel Satgas Karhutla PT SKM berbaris rapi dalam apel kesiapsiagaan.
Pido Castro menatap tajam barisan tersebut. Apakah mereka benar-benar siap berjibaku dengan api di lapangan, atau hanya pasukan seremonial belaka.
Keempat, Embung Air dan Pompa Bertekanan Tinggi. Percuma punya pasukan gagah berani jika tidak punya amunisi air. Tim kemudian bergerak memeriksa embung air raksasa dan menguji pompa air bertekanan tinggi. Semburan air yang kencang menjadi bukti bahwa perusahaan benar-benar siap tempur melawan Karhutla.
Setelah penyisiran lapangan yang melelahkan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat PUP yang berlangsung alot dan serius. Semua temuan, baik yang bagus maupun yang masih kurang, dibahas secara terbuka di atas meja rapat untuk segera ditindaklanjuti.
*SASARAN KEDUA: PT KAPUASINDO PALM INDUSTRY (KPI) – KONSERVASI JADI TARUHAN!*
Bergeser dari PT SKM, tim PUP langsung menghantam lokasi kedua, PT Kapuasindo Palm Industry (KPI). Jika di PT SKM fokusnya adalah kesiapsiagaan perang melawan api, di PT KPI fokusnya adalah penyelamatan lingkungan.
Di sini, tim melakukan peninjauan yang sangat sensitif, yaitu Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT).
Kawasan NKT adalah jantung konservasi. Ini adalah area terlarang yang tidak boleh disentuh, tidak boleh ditanami sawit, karena menjadi rumah terakhir bagi satwa langka, tumbuhan endemik, dan menjadi benteng pertahanan ekologis.
Tim PUP masuk langsung ke kawasan tersebut untuk memastikan, apakah perusahaan benar-benar menjaga kawasan ini tetap perawan, atau justru diam-diam merambahnya demi keuntungan?
Selain itu, tim juga menggelar Apel Kesiapsiagaan Satgas Karhutla di PT KPI, memastikan bahwa perusahaan yang memiliki kawasan konservasi ini juga memiliki pasukan yang siap menjaga kawasan tersebut dari amukan api.
*PESAN KERAS DARI PEMERINTAH: JANGAN MAIN-MAIN DENGAN ATURAN*
Kepala Bidang Perkebunan, Pido Castro, menegaskan bahwa rangkaian PUP ini adalah bentuk cinta pemerintah kepada investasi, tapi cinta yang tegas.
“Penilaian Usaha Perkebunan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan usaha perkebunan. Melalui kegiatan ini, kondisi di lapangan dapat dievaluasi secara langsung,” ujarnya.
Ia berharap, dengan sidak beruntun ini, semua perusahaan perkebunan di Kapuas Hulu tersadar. Bahwa berbisnis sawit di Kapuas Hulu tidak hanya soal mencari untung sebesar-besarnya, tapi juga soal tanggung jawab.
“Tanggung jawab menyediakan sarana yang lengkap, tanggung jawab siaga melawan Karhutla, dan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kawasan konservasi untuk anak cucu, “pinta Pido.
Ditambahkan Pido, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu berharap PT SKM dan PT KPI bisa menjadi contoh. Contoh perusahaan yang taat aturan, siap siaga, dan peduli lingkungan.
“Karena jika tidak, pemerintah tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas demi menyelamatkan Bumi Uncak Kapuas dari bencana asap dan kerusakan lingkungan, “pungkasnya mengakhiri. (*)














