MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Jam menunjukkan pukul 08.15 WIB. Di luar, matahari Putussibau menyengat. Di dalam Aula Alambhana, Makodim 1206, pendingin ruangan berdengung pelan. Tapi yang membuat ruangan itu hangat bukan AC, melainkan antrean.
Minggu, 20 September 2026. Seragam loreng bercampur hijau Persit. Seragam Yonif 644/Wls bersanding dengan kaus oblong warga sipil. Semua menunggu giliran dipanggil petugas Palang Merah Indonesia Cabang Kapuas Hulu.
Di meja skrining, Abdurrahman dari PMI memeriksa satu per satu. Tensimeter dipompa. Jarum hemoglobin menusuk ujung jari. Ada yang lolos, langsung berbaring di velbed. Ada yang tertunduk karena tekanan darahnya terlalu tinggi.
Sambut HUT ke 81 TNI sedang berulang tahun. Bukan dengan defile atau panggung hiburan, melainkan dengan cara paling purba untuk berbagi hidup mendonorkan darah.
Dandim 1206, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro,tak banyak berpidato. Ia hanya berjalan dari satu velbed ke velbed lain, menyalami anggotanya. Di sampingnya, Ketua Persit KCK Cabang L, Ny. Fanny Andreas.
“Kami ingin HUT ke-81 ini tidak berhenti sebagai seremoni mengenang sejarah,” kata Andreas kepada Mattanews.co.
“Tema kami ‘TNI Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’. Kalimat itu harus ada wujudnya.”
Wujud yang Letkol Arm Andreas Prabowo Putro maksud ada di dalam kantong-kantong plastik bening berlabel PMI. Setetes demi setetes darah mengalir.
Di Kapuas Hulu, darah adalah barang mahal. Jarang ada di rumah sakit sering membuat pasien kritis kehabisan waktu hanya untuk menunggu stok darah.
“Setetes darah yang kita sumbangkan hari ini dapat menjadi harapan dan menyelamatkan kehidupan orang lain,” kata Andreas.
Yang hadir bukan hanya orang Kodim. Kasdim Mayor Inf Eriyadi Esnurdin datang bersama wakil ketua Persit, Ny. Eriyadi. Pasi Ops Lettu Inf Sugianto, Pasandi Letda Inf Abdias Hingaan, Pasipers 644/Wls Letda Inf Bayu Ichwanul Ramadhan, hingga prajurit Yonif TP 927/UK yang diwakili Serda Anwar ikut berbaring.
Tidak ada perbedaan pangkat di atas kursi donor. Letkol dan Serda sama-sama mengepalkan tangan agar darah mengalir lebih deras.
Seorang prajurit Yonif 644 mengaku ini donornya yang ketiga tahun ini.
“Biasa, Pak. Kalau ada warga butuh, kami langsung ke RSUD,” katanya saat ditemui Mattanews.co.
Di luar aula, spanduk HUT ke-81 TNI berkibar. Di dalam, kemanunggalan TNI-rakyat yang selama ini hanya jadi jargon di baliho, kemarin menemukan maknanya yang paling literal darah yang mengalir dari tubuh tentara untuk warga.
Staf Kodim 1206/Putussibau mencatat, puluhan kantong darah berhasil terkumpul hingga siang hari. Semuanya akan diserahkan ke PMI untuk disimpan dan disalurkan kepada yang membutuhkan.
Bagi Andreas, ini adalah pengabdian yang paling jujur. Tidak perlu panggung.
“Cukup darah kami saja yang berbicara.”pungkasnya mengakhiri. (*)














