MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Upaya menjaga kebersihan Sungai Sekanak tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih. Pemerintah Kota Palembang mendorong agar aksi tersebut menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah, TNI, masyarakat, dan seluruh elemen kota.
Pesan tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Kgs Sulaiman Amin saat menghadiri kegiatan Indonesia Asri 2026 yang digelar Kodim 0418/Palembang bersama Pemerintah Kota Palembang dengan melakukan pembersihan aliran Sungai Sekanak, Jumat (25/9/2026).
Sulaiman mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya tentang mengangkat sampah dari aliran sungai, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih sungai. Yang lebih penting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi kebiasaan dan gerakan bersama,” kata Sulaiman.
Menurutnya, sungai memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Palembang. Keberadaan sungai tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek sejarah, sosial, budaya hingga ekonomi masyarakat.
“Bagi Kota Palembang, sungai memiliki arti yang sangat penting. Sungai bukan hanya bagian dari ekosistem, tetapi juga memiliki nilai sejarah, sosial, budaya dan ekonomi,” ujarnya.
Karena itu, Sulaiman mengapresiasi langkah Kodim 0418/Palembang yang menggandeng Pemkot Palembang dan berbagai unsur dalam kegiatan Indonesia Asri 2026 tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0418/Palembang yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam menjaga lingkungan Kota Palembang,” katanya.
Ia menilai persoalan kebersihan sungai tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar upaya menjaga sungai dapat dilakukan secara konsisten.
“Tidak mungkin persoalan lingkungan ini hanya diselesaikan oleh pemerintah atau TNI saja. Semua pihak harus terlibat, termasuk masyarakat,” tegasnya.
Sulaiman juga mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru muncul setelah kegiatan pembersihan selesai. Jangan sampai sungai yang sudah dibersihkan kembali dipenuhi sampah akibat kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
“Jangan sampai setelah dibersihkan hari ini, beberapa hari kemudian sampah kembali menumpuk. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat memulai kepedulian terhadap kebersihan dari lingkungan paling dekat, yakni diri sendiri, keluarga, tempat tinggal hingga lingkungan masyarakat.
“Kebiasaan menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan tempat tinggal dan akhirnya menjadi budaya di tengah masyarakat,” jelasnya.
Pemkot Palembang, lanjut Sulaiman, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, TNI, komunitas dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk memastikan kawasan sungai dan saluran air tetap terawat.
“Kita ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Harapannya, ada keberlanjutan dan masyarakat ikut menjaga apa yang sudah kita bersihkan bersama,” katanya.
Ia berharap Sungai Sekanak dapat menjadi salah satu contoh bagaimana semangat gotong royong mampu mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
“Sungai Sekanak ini kita harapkan bisa menjadi contoh semangat gotong royong. Ketika semua unsur bergerak bersama, persoalan lingkungan bisa kita tangani dengan lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan Indonesia Asri 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Kota Palembang, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan Kota Palembang yang bersih, sehat, nyaman dan asri.














