MATTANEWS.CO, FAKFAK — Menyikapi krisis ketersediaan air bersih yang meluas di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Fakfak menyusun strategi bertahap, penyaluran harian yang terpusat, perluasan jangkauan ke distrik terdampak, serta percepatan pengeboran sebagai solusi jangka panjang.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun ke lapangan untuk menyalurkan air bersih kepada masyaraka. Fase pertama dipusatkan di Distrik Pariwari, pendistibusian dilaksanakan selama satu minggu ke depan untuk masyarakat. Pelaksanan pelayanan akan dievaluasi setelah satu minggu untuk menentukan langkah berikutnya.
“Kita arahkan semua kekuatan ke satu Distrik terlebih dahulu agar terarah. Pemerintah Distrik yang kemudian membagi prioritas ke kelurahan,” ujar Bupati, Selasa (6/10/2026).
Pasokan air bersih diambil dari dua sumber utama: Kali Air Besar untuk kendaraan tangki besar, serta lokasi Nemewikaria untuk kendaraan pikap. Sementara penanganan sudah berjalan di distrik lain BPBD dan Satpol PP melayani Kokas, Kayauni, dan Kramamongga; Distrik Fakfak Barat juga mulai menyalurkan bantuan; serta wilayah Tomage dan Bomberay mengandalkan tujuh sumur bor yang sebelumnya dibantu Kodim 1803/Fakfak.
Untuk memperluas jangkauan, Bupati berencana mengajak TNI dan Polri serta instansi vertikal lainnya ikut terlibat dalam penyaluran.
“Kekuatan sendiri belum cukup. Kita akan libatkan TNI, Polri, dan semua pihak agar bantuan benar-benar menjangkau seluruh warga,” tegasnya.
Di sisi lain, persiapan pengeboran baru sedang dipercepat. Peralatan dari Kodim telah tiba dan akan segera digunakan untuk menambah sumber air mandiri di berbagai titik. Langkah ini diambil mengingat belum adanya kepastian kapan kondisi kemarau akan berakhir.
“Kita tidak boleh menunggu. Kondisi ini bisa berlangsung lama. Yang paling kita takutkan adalah warga sama sekali kehabisan akses air bersih. Maka langkah pencegahan dan penanganan harus berjalan bersamaan,” pungkas Bupati.
Seluruh rangkaian kegiatan dipantau langsung dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan secara berkelanjutan.














