BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung dan BAZNAS Salurkan Air Bersih ke 14 Desa

×

Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung dan BAZNAS Salurkan Air Bersih ke 14 Desa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak memperkuat distribusi bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Sebanyak lima truk tangki air bersih bantuan BAZNAS Tulungagung diberangkatkan secara simbolis dari halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/10/2026). Pemberangkatan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., sebagai bagian dari upaya penanganan dampak musim kemarau.

Masing-masing truk tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total air bersih yang dibawa dalam pemberangkatan tersebut mencapai 25.000 liter untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ahmad Baharudin menjelaskan, distribusi bantuan diprioritaskan bagi masyarakat di lima kecamatan yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih, yakni Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo.

“Lima tangki air bersih ini akan kita berikan kepada warga masyarakat yang terdampak kekeringan di Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo,” ujar Ahmad Baharudin dihadapan awak media.

Menurutnya, wilayah yang mengalami kekeringan hingga kini masih berada di kawasan yang sebelumnya terdampak. Meski belum meluas ke daerah lain, kebutuhan air bersih warga harus tetap menjadi perhatian karena diperlukan setiap hari.

“Kekeringannya masih tetap di wilayah situ-situ saja, tidak meluas. Setiap hari warga membutuhkan air bersih. Ada masyarakat yang mengambil inisiatif sendiri, dan pemerintah juga memberikan bantuan,” jelasnya.

BAZNAS Distribusikan 15 Tangki Air ke 12 Desa

Upaya penanganan kekeringan juga dilakukan BAZNAS Tulungagung melalui penyaluran bantuan air bersih secara bertahap. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan sekitar 15 tangki air bersih ke 12 desa.

Distribusi bantuan akan terus dilanjutkan melalui kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menjaga ketersediaan pasokan air selama musim kemarau belum berakhir.

“Insyaallah mulai hari ini dan seterusnya, kami berkolaborasi dengan LAZ. Akan ada pengiriman tiga tangki air bersih hingga kekeringan berakhir di Kabupaten Tulungagung,” kata Abdul Wachid.

Ia menegaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui kepala desa masing-masing atau menghubungi BAZNAS Tulungagung secara langsung.

Tidak hanya menyalurkan air, BAZNAS juga memberikan bantuan sarana penampungan agar air yang dikirim dapat dimanfaatkan warga secara lebih efektif.

“BAZNAS tidak hanya memberikan air bersih, tetapi juga tandon. Sekitar delapan tandon sudah kami distribusikan ke beberapa desa, khususnya di Kecamatan Pagerwojo,” ungkapnya.

BPBD Siapkan Distribusi Bertahap ke 14 Desa

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiono, S.STP., M.M., mengatakan bahwa penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan armada dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pada Senin (12/10/2026), BPBD menargetkan pendistribusian bantuan air bersih ke 14 desa yang terdampak kekeringan.

“Hari ini kita akan menyalurkan bantuan air bersih ke 14 desa di Kabupaten Tulungagung. Kekeringan ini terjadi akibat musim kemarau yang cukup panjang. Karena itu, kami selalu siap melakukan pengiriman air bersih ke desa-desa yang sudah dinyatakan mengalami kekeringan, bekerja sama dengan BAZNAS dan beberapa lembaga lainnya,” tegas Ahmad Mugiono.

Ia mengakui, keterbatasan jumlah truk tangki menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dengan armada yang tersedia saat ini, kemampuan distribusi masih terbatas sekitar empat kali pengiriman dalam sehari.

Kondisi tersebut membuat pengiriman harus diatur secara bergiliran berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah terdampak. BPBD pun terus berupaya mengoptimalkan armada agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah keterbatasan itu, dukungan dari pihak swasta mulai memberikan harapan tambahan. Sejumlah pihak swasta, kata Ahmad Mugiono, telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pengangkutan air bersih bagi warga.

“Alhamdulillah, ada beberapa pihak swasta yang menawarkan bantuan untuk ikut melakukan pengiriman air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mengatasi Kekeringan

Pemberangkatan bantuan air bersih tersebut turut dihadiri Dandim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., Danyonif TP 886/Panjalu Jayati Letkol Inf. Mohammad Isa, S.I.P., Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si., serta sejumlah pengurus BAZNAS Tulungagung.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi dampak musim kemarau, terutama untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih.

Pemerintah daerah bersama BPBD, BAZNAS, lembaga amil zakat, dan pihak swasta diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi, baik dalam penyediaan armada maupun pemerataan distribusi bantuan.

Pasalnya, air bersih bukan sekadar bantuan darurat, melainkan kebutuhan mendasar yang harus tersedia bagi setiap warga. Selama musim kemarau masih berlangsung, konsistensi pengiriman, ketepatan sasaran, dan kesiapan seluruh pihak menjadi kunci agar masyarakat di wilayah terdampak tidak terus-menerus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Riki Okta Putra