MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu memastikan kerusakan Jembatan Kayu Sungai Bedungan di Dusun Landau, Desa Belikai, Kecamatan Seberuang, segera ditangani. Selain menyiapkan pembangunan kembali jembatan kayu sebagai langkah darurat, pemerintah daerah juga mengupayakan pembangunan jembatan Bailey atau jembatan besi pada 2027 untuk memperkuat akses penyeberangan masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, saat meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak pada Sabtu (24/10/2026).
Kerusakan jembatan itu menghambat akses masyarakat, sehingga penanganan segera diperlukan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Bupati Fransiskus Diaan menegaskan, pemerintah daerah akan membangun kembali jembatan kayu seperti konstruksi sebelumnya. Material untuk mendukung pekerjaan tersebut telah disiapkan agar proses perbaikan bisa segera dilaksanakan.
“Kita bangun lagi jembatan yang sama. Karena ini merupakan bencana, kita tidak tahu kejadian seperti ini akan terjadi. Materialnya harus kita siapkan, dan sekarang sudah disiapkan,” ujar Fransiskus Diaan.
Ia menjelaskan, material jembatan ditargetkan dapat dikirim ke lokasi paling lambat awal November 2026.
Namun, apabila seluruh persiapan telah rampung, pengiriman diupayakan bisa dilakukan lebih cepat, yakni pada minggu berikutnya.
Menurutnya, percepatan penanganan menjadi penting agar masyarakat tidak terlalu lama menghadapi keterbatasan akses akibat kerusakan jembatan tersebut.
Selain perbaikan dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu juga menyiapkan rencana pembangunan jembatan Bailey pada 2027. Rencana itu akan direalisasikan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Fransiskus Diaan mengatakan, penggunaan jembatan besi diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kerusakan serupa, terutama ketika jembatan terdampak derasnya arus air.
“Untuk tahun depan, kalau memang anggaran kita ada, kita pasang jembatan Bailey, jembatan besi, supaya tidak ada lagi cerita jembatan ini hanyut atau roboh,” tegasnya.
Rencana tersebut menjadi langkah lanjutan setelah perbaikan darurat dilakukan. Dengan konstruksi yang lebih sesuai untuk kebutuhan penyeberangan, jembatan Bailey diharapkan dapat meningkatkan keandalan akses masyarakat Dusun Landau dan wilayah sekitarnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Karena itu, perbaikan jembatan kayu tetap menjadi prioritas penanganan saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta kepala desa dan camat menyampaikan kondisi serta rencana penanganan kepada masyarakat.
Ia berharap warga dapat bersabar selama proses persiapan hingga pekerjaan perbaikan dilaksanakan.
“Kepala desa dan camat sampaikan kepada masyarakat yang ada di sini supaya bersabar dulu dalam beberapa waktu ini. Ini pasti akan kita tangani secepatnya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap perbaikan jembatan dapat segera memulihkan akses penyeberangan yang dibutuhkan warga.
Sementara itu, rencana pembangunan jembatan Bailey pada 2027 diharapkan menjadi upaya memperkuat infrastruktur penghubung agar lebih andal menghadapi kondisi alam.
Dengan demikian, penanganan Jembatan Sungai Bedungan dilakukan melalui dua tahap, yakni pembangunan kembali jembatan kayu untuk kebutuhan mendesak dan pengupayaan jembatan Bailey sebagai solusi jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah. (*)














