MATTANEWS.CO, MUARA ENIM – Warga Kecamatan Benakat dan Kecamatan Gunung Megang, tepatnya di Desa Padang Bindu, Pagar Dewa, dan Rami Pasai dan Desa Gunung Megang Dalam resah dengan lalu lalangnya kendaraan truk bertonase besar pengangkut tandan buah sawit milik perusahaan. Kondisi ini di perparah lagi dengan iring iringan kendaraan yang mempersulit pengguna jalan melintas dan khawatir akan keselamatan berkendara.
Menanggapi hal tersebut, Camat Benakat Abu Yamin mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa maupun pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Gunung Megang. Pasalnya, hingga saat ini belum ada laporan masuk ke pihak kecamatan.
“Kita akan segera berkoordinasi mengenai hal ini. Baik itu ke Pemerintah desa mapun ke pihak pihak terkait danjuga pihak kepolisian. Kita berharap ada kejelasan sehingga masyarakat tidak lagi resah terkait hal ini,” ujarnya, Selasa (3/11/2026.
Pihaknya menilai, kendaraan dengan tonase yang besar semestinya tidak melintas di jalan desa, karena jalan desa sendiri memiliki kapasitas yang bisa dilalui oleh kendaraan berat. “Jika masih dalam batas toleransi masih diperbolehkan,” tambahnya.
Seperti diketahui, kondisi jalan desa yang hanya memiliki kapasitas 8 ton tidak seharusnya dilalui oleh kendaraan pengangkut dalam hal ini truk besar pengangkut hasil bumi dan lainnya yang kapasitasnya melebihi kemampuan jalan. Apabila masih tetap atau terus dilakukan akan dikenakan sanksi sesuai undang-undang.
Dari pantauan, sudah hampir 1 bulan ini truk melintas di jalan desa, mulai dari persimpangan 4 jalan desa Padang Bindu hingga akses jalan houling batu bara milik PT Servo hingga tembus kejalan lintas.
Adapun desa yang jalannya dilewati oleh truk-truk tersebut antara lain desa Padang Bindu, Pagar Dewa dan desa Rami Pasai, semuanya kecamatan Benakat dan desa Gunung Megang Dalam Kecamatan Gunung Megang.
Karena jalan desa tidak terlalu lebar kadang konvoi truk angkutan buah sawit ini sering menyebabkan kemacetan dan saat ada warga lokal yang mengendarai kendaraan roda 4 atau jenis truk yang sama kemudian ber lintasan dari arah yang berlawanan dengan truk tersebut kendaraan warga harus menepi atau berhenti sejenak menghindari agar tak tersenggol saat berpapasan di jalan atau takut jika kendaraan truk yang bermuatan itu akan terguling karena melihat struktur jalan desa sudah mulai berlobang dan bergelombang karena sering di lewati tekanan beban yang berlebihan itu.
Akses jalan tersebut tepat di depan area perkantoran, antara lain melintas di depan kantor camat, puskesmas, SMK, kantor desa.














