MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melantik sebanyak 154 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan dari 14 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Rabu (4/11/2026).
Pelantikan yang dipusatkan di halaman Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas tersebut menjadi momentum penting bagi partai berlambang banteng moncong putih itu dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan langkah politik menghadapi agenda pemilihan umum mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, Devi Suhartoni, yang juga menjabat sebagai Bupati Musi Rawas Utara (Muratara). Turut hadir Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Sumsel sekaligus Bupati Banyuasin, Askolani, serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sumsel dan pengurus partai dari Kabupaten Musi Rawas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas, Yudi Fratama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan 154 pengurus PAC yang tersebar di 14 kecamatan tersebut merupakan hasil dari proses pembentukan dan penjaringan kepengurusan di masing-masing wilayah kecamatan.
Menurut Yudi, seluruh kepengurusan PAC telah dibentuk sesuai dengan ketentuan organisasi partai, yakni masing-masing PAC beranggotakan 11 orang pengurus.
“Alhamdulillah, sudah terbentuk struktural yang mana sesuai dengan ketentuan berjumlah 11 orang setiap Pimpinan Anak Cabang,” kata Yudi.
Ia menjelaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan organisasi. Lebih dari itu, momentum ini merupakan langkah awal untuk menggerakkan kembali seluruh kekuatan partai hingga ke tingkat paling bawah.
Dengan adanya penyegaran struktur kepengurusan di tingkat kecamatan, DPC PDI Perjuangan Musi Rawas selanjutnya akan melakukan pembenahan dan penyegaran organisasi hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.
Yudi berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dengan penuh semangat, disiplin, dan loyalitas terhadap organisasi.
Ia menegaskan, setelah pelantikan ini selesai, mesin politik PDI Perjuangan di Kabupaten Musi Rawas harus mulai bergerak. Terlebih, memasuki tahun 2027 mendatang, seluruh jajaran partai diharapkan sudah memiliki kesiapan dalam menjalankan kerja-kerja politik dan memperkuat basis dukungan masyarakat.
“Mengutip apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri kepada struktur partai, banteng-banteng berhenti dulu merumput. Sudah waktunya kita bekerja, sudah waktunya kita bergerak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yudi mengingatkan bahwa tahapan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 semakin dekat. Begitu pula dengan agenda pemilihan kepala daerah yang diperkirakan akan berlangsung pada 2031.
Karena itu, menurutnya, seluruh kader dan pengurus partai harus mulai melakukan persiapan sejak dini. Konsolidasi organisasi, penguatan komunikasi dengan masyarakat, serta pembentukan jaringan politik hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Yudi menilai kemenangan politik tidak mungkin diraih secara instan. Dibutuhkan kerja keras, kekompakan, strategi yang terukur, serta keseriusan seluruh kader dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia juga menekankan bahwa pengurus PAC merupakan ujung tombak pergerakan partai di tingkat kecamatan. Oleh sebab itu, keberadaan mereka harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui kerja nyata, bukan hanya aktif ketika momentum pemilu tiba.
“Kemenangan itu tidak bisa instan dan harus dipersiapkan secara matang. Harapan itu tentunya berada di tangan kita semua, di pundak kawan-kawan semua selaku ujung tombak daripada pergerakan partai bersama-sama dengan ranting dan anak ranting,” ungkap Yudi.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya terletak pada kepengurusan di tingkat kabupaten, tetapi juga sangat bergantung pada soliditas dan pergerakan kader di tingkat kecamatan hingga desa.
Dengan struktur organisasi yang semakin lengkap, ia optimistis PDI Perjuangan Musi Rawas dapat kembali membangun kekuatan politik yang lebih solid untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga secara terbuka menyampaikan target politik PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas pada Pemilu mendatang.
Ia mengakui, hasil Pemilu 2024 menjadi evaluasi penting bagi perjalanan politik partai. Pasalnya, PDI Perjuangan harus kehilangan posisi Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari kekuatan politik partai tersebut.
Sebagaimana diketahui, Yudi Fratama sendiri pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas periode 2014–2019.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu motivasi bagi dirinya bersama seluruh jajaran pengurus untuk kembali memperkuat kekuatan partai dan merebut kepercayaan masyarakat.
Yudi berharap melalui kerja keras, kekompakan, serta konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang, PDI Perjuangan dapat kembali merebut kursi Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas pada Pemilu mendatang.
Tidak hanya menargetkan kemenangan di tingkat kabupaten, PDI Perjuangan juga memiliki ambisi memperkuat keterwakilan kader di DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Bahkan, pihaknya berharap dapat mengantarkan lebih dari satu kader untuk duduk di lembaga legislatif tingkat provinsi melalui kekuatan politik bersama wilayah sekitar.
“Kalau bisa bersama-sama dengan Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara, kita bisa mengantarkan dua kader kita untuk bisa masuk ke DPRD Provinsi Sumatera Selatan,” sambungnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa DPC PDI Perjuangan Musi Rawas ingin menjadikan pelantikan PAC sebagai titik awal membangun kekuatan politik yang lebih besar, terorganisasi, dan memiliki target kemenangan yang jelas.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, Devi Suhartoni, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PAC dari 14 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas yang telah resmi dilantik.
Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjaga soliditas dan kekompakan partai.
Devi menilai Kabupaten Musi Rawas memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik PDI Perjuangan di Sumatera Selatan. Bahkan, daerah tersebut dikenal sebagai salah satu basis atau lumbung suara partai berlambang banteng.
Dengan sejarah dan kekuatan politik yang pernah dimiliki, ia optimistis harapan DPC PDI Perjuangan Musi Rawas untuk kembali merebut kursi Ketua DPRD dapat diwujudkan.
Menurutnya, Kabupaten Musi Rawas juga telah banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat yang memberikan kontribusi bagi perkembangan dan pergerakan politik di Sumatera Selatan.
Karena itu, ia meminta seluruh kader tidak kehilangan semangat dalam membangun kembali kekuatan partai. Sebaliknya, seluruh jajaran harus mampu menjadikan sejarah dan pengalaman politik sebagai modal untuk menghadapi tantangan ke depan.
Devi juga mengingatkan bahwa politik pada hakikatnya merupakan jalan perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya rakyat kecil.
Ia menegaskan bahwa kekuasaan memang menjadi bagian dari tujuan perjuangan politik, tetapi kekuasaan bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar semata-mata demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sebaliknya, kekuasaan harus dimaknai sebagai sarana untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Mulai sekarang kita adalah orang politik. Tujuan kita berpolitik tidak lain tidak bukan kita ingin merebut kekuasaan, tetapi kekuasaan itu bukanlah suatu tujuan. Kekuasaan itu tujuannya rakyat kecil,” pungkas Devi.
Pelantikan 154 pengurus PAC PDI Perjuangan di 14 kecamatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis DPC PDI Perjuangan Musi Rawas dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mempersiapkan regenerasi dan pergerakan kader.
Ke depan, tantangan yang dihadapi bukan hanya bagaimana membentuk kepengurusan yang lengkap, melainkan juga memastikan seluruh pengurus mampu bekerja secara nyata di tengah masyarakat.
Kehadiran pengurus PAC di setiap kecamatan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara DPC, ranting, anak ranting, serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Dengan demikian, konsolidasi yang dibangun tidak berhenti pada kegiatan pelantikan, tetapi berlanjut menjadi gerakan politik yang terarah dan berkesinambungan.
Melalui semangat kebersamaan dan kerja politik yang terorganisasi, PDI Perjuangan Musi Rawas kini mulai menatap Pemilu 2029 dengan target besar, yakni mengembalikan kejayaan partai serta merebut kembali posisi strategis di lembaga legislatif Kabupaten Musi Rawas.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ujian bagi seluruh kader untuk membuktikan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah pengurus, tetapi juga dari kerja nyata, kedekatan dengan rakyat, dan kemampuan memperjuangkan kepentingan masyarakat.














